Minggu, 24 November 2024

Membahagiakan Istri Tetangga


 
Baru 2 tahun berumah tangga, tinggal di satu komplek real estate yang di pinggir Kota. Kompleksnya tidak terlalubesar, Rumah ku juga tidak terlalu besar yah ukuran 140 dan bangunan 100, karena sudah dikembangkan. Kami memang belum menginginkan anak karena diusia kami yang baru 24 dan istri 22 masih ingin menikmati masa muda. Hubungan kami tidak ada masalah . Istriku adalah yang kupacari sejak dia kelas 3 SMA dan perawannya ku jebol 6 bulan setelah pacaran.

Hubungan kami baik-baik saja dan dalam masalah  s3x kami sudah saling terbuka, jadi istri tidak malu-malu kalau dia lagi pengin. Istriku cukup cantik dengan kulit putih dan penampilannya masih seperti remaja. Sejak dia lulus D-3 dia belum pernah bekerja. Awalnya dia ingin juga kerja tetapi karena rumah kami jauh dari pusat kota, jadi dia akhirnya malas menempuh kemacetan setiap hari. Jadilah dia ibu rumah tangga yang anteng.

Kami bertetangga dengan pasangan yang usianya sudah di atas kami . Anton kutaksir berumur sekitar 35 tahun dan istrinya Fitri mungkin sekitar 28 tahun. Fitri pintar dalam hal masak memasak. Istriku akrab dengan Fitri, karena dia sering belajar masak dari Fitri.

Pasangan tetanggaku ini menurut pengamatanku adalah pasangan yang tidak seimbang. Anton perawakannya agak kurus dan tidak tinggi. Sedangkan Fitri adalah sosok wanita yang montok meski tidak termasuk gemuk. Kadang-kadang aku berpikir, apakah Anton sanggup melawan Fitri, yang kelihatannya kalau ngesek agak h0t juga, karena dari penampilannya yang aktif dan bicaranya banyak. Sementara Anton perawakannya kecil dan penampilannya agak loyo.

Pernah juga aku tanya istriku mengenai apakah Fitri pernah cerita mengenai kehidupan  s3x mereka. Aku hanya penasaran aja melihat pasangan yang tidak seimbang itu. Dalam hatiku kok mau Fitri punya suami yang tampilannya tidak perkasa, padahal dia modelnya kaya Vina Panduwinata.

“Ih papa ada-ada aja, malu kali dia cerita-cerita gituan,” kata istriku.

Meski umur kami dengan pasangan Anton tidak terlalu terpaut jauh, tetapi Penampilannya yang lebih tua dari umurnya mendorong aku mersa pantas memanggil mereka Pak dan Bu. Mereka pun memangil kami mas dan mbak. .

Suatu hari Istriku menarik masuk kamar, katanya dia mau cerita penting. Ternyata yang diceritakannya adalah hasil ngrumpi dengan Fitri. Menurut pembicaraan ngrumpi mereka ternyata Anton sudah hampir 2 tahun tidak bisa ereksi, akibat penyakit gula. Pantas penampilannya agak loyo dan layu, pikirku dalam hati. Padahal pasangan itu ingin punya keturunan dan mereka baru 3 tahun menikah. Istriku dan Fitri sudah seperti kakak adik, mereka kompak sekali dan sering jalan bareng pergi belanja atau sekedar jalan-jalan ke Mall.

Aku juga cukup akrab dengan Anton, karena hobby kami sama yaitu main catur. Ada kalanya kami ngobyek bareng, jual tanah, jual rumah atau apa saja. Hasilnya sih luFitrinlah untuk tambah-tambah up grade mobil.


Istriku jadi sering bercerita soal kehidupan  s3x keluarga Anton. Fitri katanya paling senang mendengar petualangan  s3x kami. Istriku memang agak-agak jahil, Dia senang sekali bercerita hal-hal yang membuat Fitri penasaran dan ter4ngsang.

Mungkin istriku senang melihat Fitri tersiksa oleh dorongan  s3xnya yang tidak tersalur. Kebahagiaan yang aneh. Kami memang sering mempraktekkan fantasi  s3x kami. Bahkan kami sering dirumah hanya bertelanjang saja. Rumah kami pagarnya tinggi, sehingga tidak bisa terlihat dari luar.

hal itu malah diceritakan istriku ke Fitri. Kata istriku Fitri kadang-kadang sampai menangis karena keinginan  s3xnya tidak bisa tersalur. Istriku memang keterlaluan, dia bercerita lalu Fitri mendengarnya sampai ter4ngsang berat, akhirnya dia menangis.

Aku nasihatkan istriku agar jangan menyiksa Fitri dengan cara itu, kasihan dia. 

“ Abis selalu dia yang minta aku bercerita soal-soal  s3x, aku sudah bilang nanti akan bikin susah ibu lho, tapi Fitri tetap maksa, ya jadi aku cerita aja.,” kata istriku polos.

Aku sudah minta kepada agar dia mengajari cara-cara or4l, sehingga meski Anton gak sanggup penetrasi, tapi masih bisa melayani istrinya dengan oral.

 “ sudah pa, Tapi Anton katanya cepet cape, jadi belum sampai Fitri Nyampe, Anton udah bilang gak bisa nerusi karena kecapean.” Kata istriku.

Anton udah pasrah soal urusan  s3x dengan istrinya, malah katanya dia membolehkan istrinya cari kepuasan  s3x dengan orang lain asal jangan membawa penyakit. Tapi Fitri tipe wanita yang pemalu serta mencintai suaminya, dia tidak sanggup menuruti kebebasan yang diberikan Anton.

Fitri berasal dari keluarga yang miskin di kampung, kehidupannya terangkat keatas setelah menjadi istri Anton. Bahkan dia menunjang biaya orang tuanya dikampung . Anton memang tipe orang yang gigih dalam mencari uang, sehingga meskipun hidup di perumahan tipe dipinggir Jakarta gini, tapi mobilnya mentereng. Fitri juga dia belikan Honda Jazz. Mobil itulah yang sering digunakan bersama istriku jalan-jalan ke mall.


Aku sendiri hanya bisa punya Avanza, itupun nyicil dengan cicilan yang mati-matian aku usahakan agar tidak sampai telat.

“ Pa aku lama sekali ingin ngomong ke papa, tapi rasanya susah sekali keluarnya,” kata istriku suatu hari.


“ Ngomong apaan sih, kamu kan biasanya ceplas ceplos, kok jadi nervous gitu,” kata ku.

“ enggak pa ini karena masalahnya sensisitif,” kata istriku.


“Apaan sih,” kataku agak penasaran.
“ Gini lho pa, tapi janji jangan marah ya, papa harus bener-bener pegang janji lho,” kata istriku.


“ Ya deh , apaan sih bikin orang penasaran aja,” kataku.


“ Ah nggak jadi deh, susah ngomongnya sekarang,” kata istriku tiba-tiba.

Aku sudah mengenal wataknya yang senang membuat orang tersiksa karena penasaran.


“ Ya udah kalau gak jadi, aku mau main catur ke rumah Anton,” kata ku.


“ Eh jangan pak, iya deh aku cerita sekarang,” katanya.


“Gini lho pa, aku lama-lama kasian liat Fitri, dia makin lama rasanya makin tersiksa, meskipun hartanya cukup dan suaminya selalu baik terhadap dia,”


“Selanjutnya,” kataku.


“Aku ingin menolong Fitri, papa setuju nggak,” katanya.


Aku belum bisa menangkap arah pembicaraan istriku , apa yang dia akan lakukan bagiku masih gelap.


“ Kalau kita bisa nolong ya lebih baguslah, mereka kan sering nolong kita juga,” kataku datar.


“Bener nih Pa, papa juga mau nolong mereka,” kata istriku serius.


“Ya iya lah,” kataku.

Lalu sambil mememeluk lenganku, istriku bercerita bahwa dia ingin aku sekali waktu membantu Fitri . Meskipun kata-katanya muter-muter, tapi singkatnya aku diminta melakukan hubungan dengan Fitri. Katanya Fitri sudah bersedia dan Anton juga mengizinkan bahkan sangat mendukung.  .com

Rencana mereka ini ternyata sudah 3 bulan disusun, katanya tiap hari sibuk memikirkan strategi apa yang akan dilaksanakan. Masalah yang paling berat adalah menyampaikannya ke aku oleh istriku.
Aku tidak munafik sebagai laki-laki, Fitri adalah idamanku, sebagai variasi menu selain menu istriku. Tapi mana mungkin aku menggodanya , karena dia bersahabat dengan istriku. Eh sekarang malah istriku yang minta aku ngembat Fitri.

“ Apa benar mama gak keberatan berbagi dengan Fitri,” kataku meyakinkan.
“Nggak lah mama kasihan banget liat penderitaan Fitri, paling tidak kita bisa menyelamatkan keutuhan rumah tanga mereka, dari pada Fitri main sama orang yang gak jelas,” kata istriku.
“Ok lah selanjutnya bagaimana skenarionya, “ tanya ku.
Istriku bingung, karena ternyata skenario selanjutnya luput mereka susun. Sebab selama ini mereka berpikir keras bagaimana menyampaikan ke aku.
“ Belum ada skenario selanjutnya, ntar deh mama ngomong dulu ke Fitri, “ kata istriku.

Selanjutnya………..

https://dramaranjang.blogspot.com/2024/09/membahagiakan-istri-tetangga-kesepian.html

Akhirnya aku berkeputusan untuk menemui Anton langsung dengan alasan main catur.
Begitu aku bertemu Anton, dia langsung aku salami dan ku katakan, aku siap menolong. Anton tidak sempat berpikir dan menyusun kata-kata dia langsung memelukku. “ Terima kasih ya mas, kita memang sudah seperti saudara,” katanya dengan mata agak berkaca-kaca.

“Ayo pak kita main catur lagi,
Kami pun terlibat serius main catur. Kali ini pertahanan Anton selalu lemah. “ Pak bapak koq gak kayak biasanya,” kataku.
“Gak tau dik, saya jadi sulit konsentrasi,” katanya.
Aku langsung menebak bahwa Anton pasti memikirkan cara memulai hubungan baru kami.
“Pak ini kan malam minggu, bagaimana kalau kitapesta barberque di rumah saya, sambil merayakan hubungan baru kita,” aku menawarkan solusi.
“ Ok juga tuh mas , biar saya yang siapkan semua bahan-bahannya, nanti biar ibu-ibu yang belanja, “ kata Pak

 Anton lalu masuk kedalam menemui istrinya. Aku lalu pamit pulang dan ingin istirahat tidur, untuk menyiapkan stamina, siapa tahu nanti malam sudah mulai dibuka hubungan ku dengan Fitri. Istriku pamit, katanya mau belanja sama Fitri.

Jam 8 malam kami mulai menggelar pesta barberque di halaman belakang. Kami kekenyangan dan puas.
Aku menyarankan, acara dance party untuk dua pasang suami istri. Musik segera kupilih yang syahdu. Mulanya kami dance dengan pasangan kami masing-masing. Lampu memang sudah aku redupkan . Tapi lama-lama rasanya lampunya masih terlalu terang. Akhirnya semua lampu kumatikan, cahaya hanya mengandalkan lampu dari luar. Mulanya terasa sangat gelap, tetapi lama-lama mata kami mulai bisa menyesuaikan, meski pemandangan tidak begitu jelas. Istriku melontarkan ide agar kami bertukar pasangan dance.

Istriku menarik tanganku dan dia menarik Fitri agar merapat ke badanku. Fitri mulanya agak canggung. Mungkin dipikirannya dia malu, karena soal keinginannya main denganku. Aku berusaha mencairkan suasana dengan langsung kupeluk Fitri. Fitri melemaskan badannya merapat ke tubuhku. Sementara itu istriku menarik tangan Anton untuk juga turun melantai.

Lagunya mendukung sekali dan amat syahdu. Aku langsung melakukan serangan ke leher Fitri. Leher dan telinganya menjadi sasaran ciumanku. Fitri agak terkejut, karena tidak menyangka mendapat serangan begitu cepat. Namun sebentar kemudian dia sudah pasrah. Sampai kami berdiri tidak bergerak. Aku merasa nafsu birahi Fitri sudah mulai meningkat , Bibirnya aku kecup dengan gerakan yang ganas. Aku memperlakukan Fitri dan menganggap di ruangan ini tidak ada orang lain. Fitri benar-benar terbuai dengan seranganku.
Begitu lagu selesai, istriku bertepuk kecil. Fitri kaget dan dia malu. Kami lalu duduk di sofa. Aku berpasangan dengan Fitri dan Istriku dengan Anton. Kami istriahat dengan menenggak bir dingin.

 

“Sekarang party kita tingkatkan dengan Lingerie party,” kata istriku yang langsung mencopot semua baju luarnya. Anton ragu-ragu tapi dia ikut-ikutan juga membuka baju luarnya, hingga tinggal celana dalam koloran dan singlet. Aku membuka semua kecuali celana dalamku.

Fitri agak malu, sehingga terpaksa dibantu istriku yang sudah memakai BH dan celana dalam saja.
Tiga lagu kami habiskan dalam acara pesta pakaian dalam. Istriku tiba-tiba membuka BHnya dan dia menghampiri Fitri untuk membuka BHnya. Fitri mulanya agak menahan, tapi akhirnya dia turuti. Tetek Fitri yang lebih besar dari tetek istriku menempel erat ke dadaku. Pantatnya yang tebal aku remas-remas. Kami bercumbu berat dan posisi dance kami tidak lagi saling berhadapan tetapi aku memeluk Fitri dari belakang, sambil meremasi susunya yang montok banget.

Jari tanganku pelan-pelan juga sudah menyusup ke balik celana dalam Fitri dan mengerayangi jembut tebal dan celah basah. Fitri menyandarkan kepalanya ke bahuku. Entah berapa lagu sudah dimainkan, bahkan tanpa lagu pun kami tetap berpelukan di tengah ruangan. Istriku tiba-tiba menghampiri Fitri dan segera menarik turun celana dalam Fitri. Fitri Kaget, tapi dia tidak menolak. Celanaku giliran berikutnya dipelorotkan. Istriku sendiri sudah total naked.

“Ayo pak jangan malu-malu kata istriku ketika melihat Anton ragu mau mencopot celananya. Dia jadi jengah karena tinggal dia yang masih pakai celana, sehinga akhirnya dibuka juga. Aku dan Fitri sudah makin dalam bercumbu. Kami kembali berpelukan berhadap-hadapan. Kebetulan tinggi Fitri tidak beda jauh dengan ku, sehingga kemaluan kami bisa langsung bertatap muka.

Kujepitkan kejantananku di antara kedua paha Fitri, kami dance dalam keadaan kejantananku terjepit paha Fitri. Aku sudah makin terangsang, sehingga berusaha memasukkan kejantananku ke dalam gundukan sintal nya Awalnya agak susah, tetapi karena kegigihanku akhirnya ambles juga semuanya. Fitri melenguh. Tapi posisi dancenya jadi kurang nyaman karena aku terpaksa agak menekuk dengkulku.

Lama-lama dengkulku pegel, sehingga aku mengajak Fitri untuk berbaring di lantai karpet. Dia kutelentangkan, di karpetku yang agak tebal. Aku mengtur posisi misonaris dan dalam gerakan lambat aku menghunjam-hunjamkan kejantananku sedalam-dalamnya ke lubang kenikmatan Fitri. Fitri agresif sekali bergerak memutar pantatnya sampai aku susah mengikuti iramanya.

Aku berusaha bertahan selama mungkin untuk mengalahkan Fitri. Hampir 15 menit aku genjot Fitri tapi dia masih belum ada tanda-tanda orgasme. Badanku mulai lelah, Kulihat istriku meremas-remas kejantanan Anton tapi masih terlihat kuyu. Anton seperti memberi isyarat ke istriku agar bergabung bersamaku, sedang Anton duduk di sofa mengamati istrinya yang aku mainkan. Istriku duduk bersila disamping pertarungan kami.

Istriku memberi semangat agar Fitri berkonsentrasi. Fitri memejamkan mata dan tak lama kemudian dia melenguh dan berusaha mendekapku erat sekali. Aku merasa gundukan sintal nya mulai berdenyut. Aku tidak memberi kesempatan dia menuntaskan orgasmenya, malah aku percepat dengan dengan gerakan kasar.

Fitri melolong-lolong karena tidak sampai 5 menit kemudian dia menjerit, lalu menutup sendiri mulutnya setelah sadar ada orang yang memperhatikannya. Meski mulutnya ditutup tapi dia tetap menjerit di sekapan tangannya sendiri. Tampaknya Fitri mencapai orgasme berkualitas tinggi. Aku padahal sudah hampir juga sih, tapi karena aku tahan jadi bisa agak lama.

Fitri terkulai lemas, tergeletak di karpet dengan badannya penuh keringat. Padahal ruangan ini awalnya dingin karena ada AC. Aku segera meraih istriku dan dia ku minta bermain diatasku. Terus terang kalau aku diatas, aku bisa jebol duluan. Istriku berputar-putar diatasku sampai dia mencapai orgasme aku juga bersamaan menyertainya.

Kami berbaring berjajar bertiga dengan aku ditengah. Kiri kananku memelukku.
Di sofa Anton hanya duduk memperhatikan kami Dia tersenyum. Mungkin batinnya bahagia karena akhirnya istrinya mendapat nafkah batin. Anton mendekat dan menyalamiku. “ Terima kasih ya mas,” katanya.
Anton lalu menyarankan agar istrinya tetap tinggal malam ini bersama aku dan istriku, sementara dia pamit pulang.

Anton berkemas dan dia segera meninggalkan kami. Istriku membimbing Fitri ke kamar mandi, dan aku juga ikutan. Kami membersihkan diri dengan mandi air hangat. Setelah mengeringkan dengan handuk kami bertiga bertelanjang tidur bersama di ranjangku yang memang king size. Aku diapit oleh Fitri dan Istriku.
Istriku memulai babak baru.

Dia bangkit dan mulai mengulumi kejantananku. Tak lama kemudian tangan Bu  Anton ditariknya dan diarahkan agar dia ikut mengulum kejantananku. Bu  Anton sudah tidak lagi merasa malu. Dia menghisap kejantananku dan tarikan yang kuat. Rasanya air main seperti ditarik keluar secara paksa. Pelan-pelan kejantananku mulai mengembang sampai ukuran setengah keras. Cerita  s3x ini di publish oleh situs  .com

Fitri ku suruh berbaring dan kini giliranku mengoral memey nya. Dia mendesah-desah sambil meremas-remas susunya sendiri. Pertahanannya jebol karena dia segera mencapai orgasme. Istriku kuminta menghidupkan lampu, sehingga kamar tidur jadi terang benderang. Fitri segera menarik selimut karena merasa malu. Istriku melarangnya sehingga akhirnya dia pasrah telentang telanjang.

Ku ajarkan bagaimana cara membuat Fitri mencapai orgasme sempurna tanpa oral dan tanpa hubungan badan. Aku memasukkan jari manis dan jari tengah ke dalam lubang gundukan sintal  Fitri.. Setelah semua masuk terbenam lalu aku melakukan gerakan seperti mengangkat benda dengan berstumpu pada kedua jariku di lubang gundukan sintal  Fitri.

Dia mulanya heran, tapi lama-lama merasakan kenikmatan yang menjalar ke seluruh tubuhnya. Fitri lalu mengerang-ngerang seperti orang kesurupan sehingga tidak sampai 5 menit dia sudah menjerit karena orgasmenya. Fitri berteriak ampun-ampun agar aku menghentikan rangsangannya, tapi setelah berhenti sebentar aku mulai lagi gerakan tadi, dia kembali mencapai orgasme dan berteriak nikmat, lalu memegangi tanganku agar aku menyudahinya. “ Lemes banget mas , tapi enak banget,” katanya.

Tidak lama kemudian dia jatuh tertidur pulas. Giliran berikutnya aku bermain dengan istriku. Istriku malah kelihatan bersemangat sekali. Aku tahu, meskipun dia sudah mengatakan rela, tapi ada juga rasa cemburunya melihat suaminya mesara dengan perempuan lain. Main dengan istri yang sedang diliputi rasa seperti itu, rasanya nikmat sekali, karena dia sangar bergairah.

Kami akhirnya tertidur lelap sampai jam 7 pagi. Ketika aku terjaga kulihat kedua wania disampingku masih tidur nyenyak. Aku mulai menciumi pipi Fitri lalu menyedoti susunya yang menggelembung. Akhirnya aku menggenjotnya meskipun Fitri belum siuman benar dari tidurnya, tapi gundukan sintal nya sudah cukup basah.
Kejantananku yang keras sempurna pada pagi hari terasa sesak berada di dalam gundukan sintal  Fitri. “ Mas rasanya kok penuh banget ya, enak mas, “kata Fitri.

Mendengar suara berisik Istriku bangun, Dia menonton permainan kami sebentar lalu dengan tetap bertelanjang menuju kamar mandi. Dia tidak balik lagi, tetapi keluar kamar. Aku meneruskan misiku memuaskan Fitri yang mendesis-desis seperti kepedasan. “ Mas aku sebenarnya kebelet kencing, tapi udah keburu disodok duluan jadi rasanya bingung gitu mas, “ kata Fitri.

Aku bangun lalu membimbing Fitri ke kamar Mandi. Aku segera duduk di closet dan kuminta Fitri duduk dipangkuanku sambil menghunjamkan barangku ke dalam gundukan sintal nya. “ Lho kirain saya disuruh pipis, kok malah disodok lagi. “ protes Fitri yang katanya sudah kebelet banget mau pipis.

Aku tidak menghiraukan, dan aku meminta Fitri untuk memutar-putarkan pinggulnya. “ Oh mas enak banget mas,” katanya. Fitri jadi urung kebelet pipis, dia malah bersemangat menggenjotku. Aku ingin ganti posisi. Dan Fitri kuminta berbaring di lantai kamar mandi yang masih kering. Kedua kakinya kutekuk dan aku bersimpuh menggenjot dirinya sambil tanganku menekan dan memutar di clitorisnya. Fitri mencapai orgasme. Sessat kemudian kutarik kejantananku dan kini tanganku ku colokkan ke dalam gundukan sintal nya mencari titik g spotnya.

Dengan gerakan halus aku raba bagian sensitif di dalam lubang gundukan sintal  itu, sampai Fitri menggelinjang-gelinjang. Dia mulai mengerang keenakan dan tak lema kemudian seperti ada cairan kental yang muncrat pelan dari lubang kencingnya ketika itu dia orgasme dengan ejakulasi, tetapi kemudian air kencing yang terpancar dari lubang itu dengan semprotan yang keras sehingga mengenai mukaku. Aku hanya memejamkan mata dan tidak berusaha menghindar. Fitri bingung karena dia tidak bisa menghentikan semprotan air seninya.
Sementara aku menahan posisinya agar tidak berubah. Sempurnalah dia mengencingiku sebanyak-banyaknya.
“ Eh mas sorry ya aku gak bisa tahan lagi, abis mas nahan aku sih jadi aku gak bisa ngalih,” katanya.
“Gak apa –apa bu, saya sudah tahu, makanya saya ajak ke kamar mandi.” kataku.
Istriku masuk bergabung dan kami mandi bertiga.

Selepas mandi Istriku melarang Fitri berpakaian. Kami akan melakukan nude breakfast. Fitri diminta menelpon suaminya untuk sarapan Bareng. Tak lama kemudian Pa  Anton mengetuk pintu, dia rupanya baru selesai jalan pagi, sehingga masih mengenakan sepatu dan celana pendek.

Dia kaget melihat kami bertiga telanjang. Aku mencegah dia buka baju, karena kurasa dia lebih nyaman dengan berpakaian. Kami lalu sarapan bersama. Seharian itu kami bernudis dir di rumah dengan Anton yang tetap mengenakan baju, Tapi dia kemudian berganti baju dengan berkaus oblong dan sarung. Seharian itu entah berapa kali kami main berhenti dan main lagi. Aku yang sehari sebelumnya sudah doping dengan obat-obat kuat, sehingga stamina dan nafsuku tetap prima.

Kami akhirnya makin akrab dengan keluarga Anton dan memutuskan untuk membuat pintu penghubung di bagian belakang rumah kami. Fitri sudah tidak canggung-canggung lagi minta jatah dan sering kali langsung menerobos ke kamar kami. Kadang-kadang kami sedang asyik bertempur dia masuk. Fitri lebih sering tidur di rumah ku dibanding tidur dengan suaminya.

Mengenai cara yang kuminta dipraktekkan hubungan tanpa oral dan penetrasi bersama Anton, kata Fitri kurang mantap kalau suaminya yang melakukan. Hampir setahun kami berhubungan, Fitri akhirnya hamil dan lahirlah bayi laki-laki. Untung wajahnya mirip Fitri, sehingga tidak ada orang yang curiga kalau itu adalah bibitku. Kami pun mengakhiri masa menahan tidak punya anak dan istriku kemudian hamil dengan melahirkan anak laki-laki juga. Sampai anak


TEMAN SUAMI TEMAN NIKMATKU


 

Tepatnya jam 20:00 aku masih sibuk dengan kerjaan ku yang berada di kantor ku , beberapa karyawan ada yang mengambil lembur termasuk aku , panggil saja nama ku Roy umurku baru menginjak 29 tahun saat ini.
cuaca malam ini sangat dingin sekali karena suhu di daerah ku hampir setiap malam dingin , maklum hidup di daerah yang dekat sama pegunungan .

Tiba waktunya pulang cukup larut malam sekali aku memutuskan membeli secangkir kopi untuk menghangatkan tubuhku yang menggigil , tak sengaja di jalan aku bertemu dengan teman ku yang kebetulan dia pun baru pulang dari kerja nya .
“Royy ,, mau kemana kamu .. ?? ” tanya temanku sambil membawa motor nya ” baru pulang nih ,, ” jawabku sambil menikmati kopi yang ku beli tadi.
“mampir dulu kerumah ku roy , kita minum dulu disana .. ??”
“minum apa tuh .. ??” tanyaku sambil kebingungan “udah naik aja ,, pokonya bikin badan kita hangat ” ujarnya sambil memaksaku ikut dengan nya .

Aku dan teman ku pun menuju ke rumah nya yang berada di daerah perumahan , suasana disana lebih dingin di bandingkan dengan di kantorku tadi tak lama kami berbincang bincang di motor kami pun sampai di rumah nya ,
Dia memasukan motor nya ke garasi yang ada di samping rumah nya ,
“masuk roy ” mengajak ku masuk sambil membuka helm nya ..


Kami pun berdua masuk kedalam rumah nya dan bersantai di ruangan tamu nya . sebut saja dia adalah martin , martin tiba tiba menuju ke lemari es
ternyata dia membawakan minuman alkohol yang baru di beli beberapa hari yang lalu, tak lama kemudian martin memanggil istrinya untuk mengambil 2 gelas dan di antarkan ke ruangan tamu , betapa terkejut nya aku melihat istrinya martin yang sangat cantik dan toket yang begitu besar, dengan menggunakan pakaian tidur long dress membuat tubuh nya keliatan indah banget.

“Ini gelas nya mas.. ” sahutnya kepada suaminya
kami pun minum sambil berbincang bincang di ruangan tamu , sedangkan istrinya kembali ke ruangan tengah , ku perhatikan bokong nya dari belakang membuatku ingin menikmatinya..
kami minum sampai larut malam dan kami pun sudah berada di posisi mabuk berat , martin yang tidak kuat tergeletak di ruangan tamu sambil muntah muntah , tak lama kemudian istri martin pun menghampiri kami .


“Tolong bantu bawa kekamar mas ” … pintanya padaku “oke ,,, “jawabku sambil tersenyum ..
kami angkut martin kekamarnya dan di geletakan di kasur ,, kami berdua pun keluar kamar sedangkan istrinya membereskan tempat yang tadi kami pakai minum ,,
ku perhatikan istrinya martin begitu indah nya dia aku perhatikan belahan toket nya yang besar itu khayalan ku sudah kemana mana saja , baju yang begitu pendek mengangkat dengan sendiri nya ketika dia membungkuk , ternyata dia tak sadar ada aku di ruangan tengan , begitu tak karuan nya aku ketika celana dalam nya kelitan membaluti pantat nya yang putih.

 


Aku tak tau harus kaya gimana yang aku pikirkan hanya ingin menikmati nya
waktu pun terus berjalan dan martin pun ku lihat nyenyak banget tidur kucari istrinya di ruangan tamu tidak ada di dapur pun gak ada juga saya semakin penasaran dia ada dimana ku dengan gemuruh sower dari kamar mandi kamar tamu , ku masuk pelan pelan dan begitu kaget nya saat kulita toket nya yang begitu kecang dan besar putih dan mulus banget badan nya tidak terlihat vagina nya dia mandi menghadap samping kulihati tubuh nya dari atas sampai bawah begitu indah nya saat badan nya di terkena air ,,
aku sudah tidak karuan melihat nya karena efek dari alkohol yang aku minum juga, jadi hawa panas dan berani pun muncul seketika ,

ku masuk perlahan dan kudekap dari belakang .. sontak dia terkejut melihat dari belakang ternyata diriku yang menerkam nya ..
“mass apa apaan mass,,, jangan mass .. ” sahut nya sambil mencoba memberontak ,
“diam kamu ,, aku ingin sekali menikmati tubuh mu ,, ” jawabku sambil menciumi pundak nya. ku jilatin pundak dan leher nya sambil ku remas toket nya yang besar dan putih itu .

Tiba tiba dia mendesah “aaahhh” ternyata dia mendesah ketika tangan ku memutar mutar pentil nya . aku terus memutar mutar pentil toket nya dan sesekali ku jilat juga toket nya , nafsu ku sudah memuncak tidak sabar ingin sekali butu buru menerobos memek nya.

Ku buka semua pakaian ku dan terpampang jelas penis ku yang begitu gagah panjang dan besar ,, dia pun sangat terkejut , ku jongkokan dia di depan penis ku dan ku paksa dia suruh mengulum penis ku ,, begitu nikmatbanget di kulum sama orang cantik dan sexy terasa dingin dan nikmat banget .. cukup lama aku suruh dia mengulum penis ku dan akhir nya dia yang berbalik nafsu ya tinggi dia menjilati penis ku dengan begitu penuh perasaan

Kulepaskan penisku dari mulut nya .. ku rebahkan dilantai dan ku masukan penis ku dengan pelan pelan

“Aaahhh ,, masss,, aahhh ” desahan nya sambil memeluk ku ,, ku coba pompa dengan perlahan laha sampai pompaan ku begitu tak terkendali lagi menghancurkan lubang memek nya ,, dia sangat menikmati sekali pompaaan penis ku .. ku bangun kan dia dan ku tunggingkan dia lalu ku hantam lagi dengan dogystyle ,, begitu enak nya aku melumati punggung nya ,,
penis ku mulai merasakan tegang sekali , aku tau kalo aku ingin segera meludahkan sepermaku ,, tapi aku terus memompanya dengan begitu tambah kuat . “ccroooittt .. crrooott ” ku lepaskan perlahan penis ku dari meme nya dan terlihat jelas spermaku mengalir dan membasahi memek nya ,,


Sebelum ku meninggal kan nya ku lumat bibir nya dan sambil berkata pada nya “makasih ya , kamu sudah bersedia ku setubuhi ,, ” sambil memeluk nya ,, aku bergegas kembali ke ruangan tengan dan berbaring hingga aku menginap di rumah martin sampai menjelang pagi

 

Rumput tetangga jauh labih hijau


 

 

 seperti kata pepatah Namaku Fitri umur 29 tahun. Aku sudah bersuami, umurnya selisih jauh dari usiaku. Sebetulnya aku mendambakan suami yang bisa melayaniku dalam kebutuhan sex. Namun dia tidak bisa mengimbangiku. Karena aku harus menempuh tugas pendidikan S2 aku harus tinggal sendirian di kota tempat aku melanjutkan pendidikanku.
Karena sendirian aku kadang kesepian di tempat kost, karena tempat kosku memang bukan untuk kost pada umumnya. Aku sengaja cari paviliun biar tenang. Untunglah aku berkenalan dengan anak pemilik kost yang masih mahasiswa sehingga aku tidak begitu kesepian. Dia sangat tampan menurut ukuranku. Badan nyapun cukup atletis dan memiliki bibir seksi. Kami sangat akrab bahkan sangat akrab.
Hingga suatu hari kami hanya berdua duduk di teras paviliun rumah. Tempatnya dio belakang dan sejuk membuta kami terbuai. Sambail ngobrol berdua, tidak ada orang di kiri kanan karena hanya aku yang kost, kami berdua duduk bersebelahan dengan rapat. Kemudian Adit membuka pembicaraan dengan kembali mengulangi pertanyaannya.
“Berapa lama kamu tugas di luar kota?”
“Yah.. dua bulanan, memang kenapa dit? Kujawab,
“Apa Fitri nggak akan kesepian begitu cukup lama tinggal sendirain?” kata Adit.
“Yah tentunya normal dong kesepian, apalagi nggak disiram-siram.” kuulangi jawaban yang sama sambil kupandang wajah Adit dengan ekspresi menggoda.
Tiba-tiba Adit meletakkan tangannya di pundakku dan menatapku. Tak mau mau kalah aku dengan beraninya menarik wajahnya. Kemudian aku mencium pipi dan melumat bibirnya dengan penuh nafsu. Dia meladeni ciumanku. Diriku seperti terbang, kulayani lumatan bibirnya dengan penuh nafsu pula. Sambil berciuman, dengan lirih Adit bertanya,
“Oh Fitri sangat cantik, boleh nggak Adit mengisi kesepian Fitri?” Sebagai jawaban kubisikkan di telinganya,
“Oh.. dit, boleh saja, Fitri memang kesepian dan butuh orang yang dapat memuaskan..”
Sambil berciuman, tangan Adit membuka kancing bajuku dan memasukkan tangannya di balik kutangku sambil meremas-remas buah dadaku dan memilin-milin puting susuku. Tubuhku menggelinjang menahan rangsangan tangannya.gairahsex.com Kemudian tangannya terus turun ke bawah, dari balik rokku dan celana dalamku yang sudah basah, ia memasukkan jari-jari tangannya mempermainkan klitorisku. Setelah sama-sama telanjang, Nafsuku semakin naik, dengan lirih aku mengerang,
“Oh.. oh dit, aduh Adit pinter sekali.. oh.. puaskan Fitri dit.. Oh..” Dengan semangat Adit mempermainkan lubangku sambil kadang-kadang ia melumat bibirku. Tubuhku terasa terbang menikmati permainan jari-jari tangannya di lubangku. Kurasakan satu dan akhirnya dua jari Adit masuk ke dalam lubang lubangku.
“Oh.. dit.. aduh.. enaknya dit.. oh terus dit..” aku mengerang menahan kenikmatan. Mendengar eranganku, kedua jari tangan Adit makin mengocok lubang lubangku dengan gerakan yang sangat merangsang. Dan akhirnya, beberapa menit kemudian karena tak tahan, aku mencapai orgasme.
“Oh Ri, aagh.. Fitri keluar Ri..” Kujilati seluruh permukaan wajah Adit dan kulumat bibirnya dengan nafsuku yang masih tinggi. Adit masih tetap memainkan kedua jarinya di dalam lubangku. Begitu hebatnya permainan kedua jari tangan Adit yang menyentuh daerah-daerah sensitif di dalam lubang lubangku, membuatku orgasme sampai tiga kali.
Kelihatannya Adit begitu bernafsu dan saat itu ia mengajakku bersetubuh.“Fitri.. boleh nggak Adit masukkan penis Adit ke dalam apem Fitri?”Kujawab saja, “Jangan di sini dit, bahaya kalau ketahuan, nanti di rumah saja ya Yang..” “Benar nih jangan bohong ya.. dan bagaimana caranya?” tanya Adit. Kujawab saja, “Nanti kamar nggak dikunci, masuk aja dit, yang penting jangan ketahuan orang rumah.”
Tak mau berlama-lama kuajak dia ke kamarku. Dengan sekali dorongan di tempat tidur dia terlentang di tempat dengan penis yang ngaceng menantangku. AKu tak tak sabar dengan nafsuku. Kupegang penisnya selanjutnya kukocok, kujilat, kuremas. Beberapa menit aku asik memainkan penisnya hingga mulutku terasa sesak dan pegal. Sambil bersimbah aku mainkan aksiku mengerjain penisnya dengan posisi sambil duduk. Aku minta dia telentang di lantai untuk oral seks di bawah.
Ganti posisi 69 dengan aku diatas membuat aku sangat puas. Sambil posisi 69 dan kutunggangi dia aku mengulum dan mongocok penisnya. Kami ‘terjebak’ dalam posisi 69. Dengan liar lidahnya menjelajahi permukaan lubangku. Dia menikmati aksiku dan aku menikmati aksi jilatan lidah di lubangku. Tangannya meremas kedua payudaraku mengimbangi kenikmatan di lubangku. Aku lebih pengalaman harus mengajarinya karena dia memang belum pengalaman. Hingga kurasakan di mulutku penisnya sudah makin mengeras segera kuarahkan ke lubangku. Kutunggangi dia.

Kuarahkan penisnya ke dalam lubangku yang sudah siap menelan penisnya. Rasa nikmat luar biasa menghinggapiku, ketika batang penisnya mulai menerobos liang lubangku. “Uh.. Nikmat sekali.. aku suka penismu.. Enak..” desahku sambil menggoyangkan tubuhnya naik turun di atas tubuhnya.
“Heh.. Heh.. Heh..” begitu suara yang terdengar dari mulutku. Seirama dengan ayunan tubuhnya di atas penisnya. “aku suka.. Ahh.. Ngentotin anak muda.. Ahh.. Seperti kamu.. Yes.. Yes..” aku terus meracau sambil menikmati tubuhnya. Tangannya kemudian menarik tanganku dan meletakkannya di payudaraku yang bergoyang-goyang berirama. Diapun aku minta meremas-remas payudara kenyal itu. Suara desahanku semakin menjadi-jadi.
“Enak.. Ahh.. Ayo terus.. entotin aku .. Ah.. Anak pintar.. Ahh..” Tak lama tubuhku mengejang. Dengan lenguhan yang panjang, aku mengalami orgasme yang kedua kalinya kemudian rubuh di atasnya. Karena dia belum ejakulasi, nafsukupun masih tinggi menunggu penyaluran. Dibalikkan tubuhjy dan digenjot penisnya dalam liang kewanitaanku. Rasa nikmat menjalari seluruh tubuhku. Kali ini eranganku yang menggema dalam kamar tidur itu.
“Oh.. Enak Adit .. Yes.. Yes..” erangku ditengah suara ranjang yang berderit keras menahan guncangan.
“AKu mau keluar Wit ..” kata dia ketika aku merasakan air mani sudah sampai ke lubangku. “Keluarin di mulutku, sayang..” Akupun mencabut keluar penisnya dan mengarahkannya ke wajah ku. AKu langsung meraih penisnya, untuk kemudian dimasukkan ke dalam mulutku.
“Ahh.. ahh..” jeritnya ketika dia menyemburkan spermanya dalam mulutku. Sambil mengocok penis hingga hampir seluruh sperma masuk ke dalam mulutku. Setelah puas mengulum dan menyedot spermana aku mengeluarkan penisnya dan mengusap-usapkannya pada seluruh permukaan wajahku. Dengan nafsu aku menjilati seluruh batang penis yang penuh sperma. Pemandangan indah ini membuatku dia berdaya dan aku rebah. Sementara aku menindih dan menciuminya. “Enak sayang?” tanyanya sambil t ersenyum genit. “Enak Dunk … jawabku.
Malamnya aku minta dia untuk janjian untu bercinta lagi. Dia setuju. Sesampainya di pavilium rumah, selesai mandi kukenakan daster tidurku tanpa celana dalam, dan kusemprotkan parfum di tubuhku, siap menanti pria yang akan mengisi kebutuhan seksku. Sambil tidur-tidur ayam, kunantikan Adit masuk ke kamarku. Sekitar jam 01:00, kulihat pintu kamar yang sengaja tidak kukunci secara perlahan dibuka orang.
Kulihat Adit masuk. Setelah ia menutup kembali pintu kamar dan menguncinya, ia menuju tempat tidurku dan langsung menindih tubuhku dan menciumi wajah serta bibirku. Sambil menciumiku, tangannya menggerayangi lubangku. Adit berkata,
“Wah sudah siap nih ya.. nggak pakai celana dalam..” Tak berapa lama Adit mengangkat dasterku dan mempermainkan klitorisku dan sesekali memasukkan jarinya ke lubang lubangku, membuatku melayang dan lubangku cepat banjir.
Ternyata Adit juga sudah siap dengan tidak memakai celana dalam. Digesek-gesekannya penisnya yang sudah mengeras di pahaku sambil jari-jari tangannya mempermainkan lubangku. Kubalas gerakan Adit dengan meremas-remas dan mengocok penisnya. Nafsuku semakin naik, begitu juga Adit karena nafasnya terdengar semakin memburu.gairahsex.com Sambil tersengal-sengal, ia melenguh, “Oh.. oh.. Fitri.. Adit sudah nafsu.. Fitri haus kan.. Adit masukkan ya..” Aku pun sudah tidak tahan, “Oh Ri.. masukkan cepat penisnya.. Fitri sudah nggak tahan.. Ohh Ri..” kami berguling-guling bergantian diatas. Kasurku berantakan seperti kapal pecah karena aksi pergumulan seru kami. AKu tak peduli. Layaknya orang berkelahi kami bergantian saling menindih dan mengunci.
Tak sabar juga aku akhirnya aku pasrah. Kemudian, “Slep..” kurasakan penis Adit yang lebih besar dan panjang dibandingkan lontong suamiku itu masuk dengan mudah masuk ke dalam lubang lubangku yang sudah benar-benar basah itu. Kurasakan penisnya sampai menyentuh dinding lubangku yang terdalam.
“Oh.. Ri.. aduh enaknya Ri.. oh gede Ri..” aku merintih, sambil kupeluk erat tubuh Adit. Kudengar pula rintihan Adit sambil menurun-naikkan penisnya di dalam lubangku.
“Oh.. oh.. agh.. Fitri, enak sekali apem Fitri.. oh.. aagh..” Dari cara permainannya, aku merasakan Adit belum berpengalaman dalam hal seks dan kelihatannya baru pertama kali ia berbuat begini.
Mungkin karena begitu nafsunya kami berdua kurang lebih 10 menit menikmati hujaman penis Adit, aku sudah mau mencapai orgasme.
“Oh.. agh.. aduh Ri.. cepatkan tusukannya Ri.. Fitri mau keluar.. oh…aagh..” Kurasakan Adit pun sudah mau orgasme.
“Oh.. agh.. Mbak, Adit juga mau keluar.. oh.. aaaghh..” Tak lama kemudian, berbarengan dengan keluarnya spermaku, kurasakan semburan sperma yang keluar dari penis Adit yang masih perjaka, keras dan berkali-kali memenuhi lubang lubangku.
Kucabut penisnya dari lubangku selanjutnya kugarap penisnya dengan mulutku agar aku bisa menikmat spermanya. Ingin aku merasakan sperma perjaka. wowwww … kukocok … kusedot lagi. Spermanya makin muncrat dan kutelan bulat-bulat penisnya hingga semprotan spermanya masuk kerongkonganku … benar-benar nikmat. Selanjutnya kujilat sisa-sisa sperma yang menempel di ujung batang penisnya dan perutnya. Kumainkan lidahku dan sesekali kumainkan tanganku agar spermanya keluar lagi. Penisnya masih keras sehingga aku bersemangat untuk mengulumnya. Sementara dia makin menggelinjang kegelian tak karuan.
Kami berdua berpelukan erat merasakan kenikmatan yang tiada taranya ini. Kubisikkan di telinga Adit,
“Terima kasih Ri, Mbak puas sekali..”
“Aduh Fitri, baru pertama kali ini Adit rasakan enaknya apem.. Fitri puas kan..” Adit pun berbisik, tambahnya.
Kemudian, Adit mencabut penisnya dari dalam lubang lubangku. Aku berusaha menahannya karena aku ingin nambah lagi. Adit berbisik,
“Besok-besok aja lagi, sekarang Adit harus keluar.. takut ada orang yang bangun..” Setelah mengecup kening dan pipiku, Adit permisi keluar. Kubisikkan di telinganya,
“Hati-hati ya dit.. jangan sampai ketahuan orang lain..” Walaupun belum begitu puas, tapi hatiku bahagia bahwa Adit akan mengisi kesepian dan memenuhi kebutuhan seksku selama suami di luar kota.
Setelah kejadian pertama ini, hubungan seksku dengan anak pemilik kost ini terus berlanjut. Sayangnya hal ini kami berdua lakukan di rumah, karena saat itu memang tidak pernah terpikir untuk main di luar misalnya di Motel. Saking puasnya menikmati permainan seks dari Adit, aku lupa akan jadwal kalender KB yang selama ini kugunakan. Sedangkan setiap kali Adit menyetubuhiku, spermanya selalu ditumpahkan di dalam lubangku.
Aku sendiri memang tidak menginginkan sperma Adit ditumpahkan di luar, karena justru merasakan semburan dan kehangatan sperma Adit di dalam lubangku, merupakan suatu kenikmatan yang luar biasa. Akibatnya setelah beberapa kali melakukan hubungan, aku sempat terlambat 6 hari datang bulan (mens).
Hal ini kuceritakan kepada Adit, saat kami mengobrol berdua di paviliun. Khawatir benar-benar hamil, kuminta Adit mengantarku ke dokter untuk memeriksakannya. Pada mulanya Adit tidak setuju, dan ingin mempertahankan kehamilanku. Aku tidak setuju dan tetap ingin menggugurkannya.
Keesokan paginya dengan diantar Adit, aku memeriksakan diri ke suatu rumah sakit bagian kandungan. Aku tidak sabar dan khawatir jika ternyata aku benar-benar hamil. Hal ini kuutarakan kepada Adit dan kuminta ia membantu membelikan satu botol bir hitam untukku.gairahsex.com Keesokan harinya, Adit menyerahkan bir hitam itu kepadaku, dan malamnya kuminum. Tiga hari setelah minum bir hitam tersebut, mens-ku datang.
Setelah mens-ku selesai sekitar 7 hari, aku dan Adit melanjutkan lagi hubungan seks seperti biasanya. Praktis selama dua bulan ada 18 kali aku dan Adit berhasil melakukan hubungan seks yang memuaskan dengan aman tanpa ketahuan keluarga di rumah. Keinginan untuk melakukannya setiap hari sulit terlaksana, mengingat situasi rumah yang tidak memungkinkan.
Dari sekian kali hubungan seksku dengan Adit, seingatku ada tiga kali yang benar-benar sangat memuaskan diriku. Selain kejadian yang pertama kali, hubungan seksku dengan Adit yang sangat memuaskan adalah sewaktu kami berdua melakukan di suatu siang hari dan saat malam takbiran. Kejadian di siang hari itu, yaitu saat aku selesai mandi dan bersiap-siap berhias diri mau pergi ke kantor.
Tanpa sepengetahuanku, saat aku memakai make-up, tiba-tiba Adit masuk kamarku yang tidak terkunci. Setelah menutup pintu kembali dan menguncinya, dari belakang ia memelukku, melepaskan handuk yang membungkus tubuhku, sehingga aku dalam posisi telanjang bulat. Diciumnya pundak belakangku, sambil tangannya memainkan kedua payudaraku, dan turun mempermainkan lubangku.
Akibatnya, aku tak tahan dan lubangku cepat basah. Segera kubalikkan tubuhku dan kupeluk serta kulumat bibir Adit dengan penuh nafsu. Kemudian kubuka reitsleting celananya dan kutanggalkan celana panjang dan celana dalamnya. Kemudian aku jongkok di hadapannya, sambil meremas, menjilati, dan mengulum lontongnya dalam mulutku.
gaya bercinta wanita di atas agresifSetelah kurasakan penisnya semakin keras, kudorong tubuh Adit duduk di tepi tempat tidur. Kemudian aku berdiri membelakanginya, dan setengah jongkok kupegang dan kuarahkan penisnya masuk ke dalam lubang kewanitaanku yang sudah basah itu. Kuturun-naikkan dan kuputar pinggulku untuk merasakan nikmatnya penisnya Adit yang telah masuk seluruhnya dalam lubang lubangku.
Sambil bergoyang itu, aku merintih dan berdesah, “Oooh.. aaaghh..” Adit tak mau ketinggalan, ia membantu menurun-naikkan pinggulku dan kadang-kadang meremas-remas kedua buah dadaku. Kurang lebih tiga menit dengan posisi ini, terasa aku sudah mau orgasme. Kupercepat gerakan turun naik dan goyangan pinggulku, dan saat itu Adit merintih,
“Oh.. oh.. Fitri, Adit mau keluar.. oh..”
Akhirnya berbarengan dengan keluarnya spermaku, kurasakan penis Adit menyemprotkan spermanya dengan keras memenuhi lubang lubangku. Tubuhku terasa terbang merasakan semprotan yang hangat dan nikmat itu. Kemudian kukeluarkan penisAdit dari lubang lubangku. Kulihat masih cukup keras. Dengan penuh nafsu kujilati, kuhisap penis Adit yang masih basah diselimuti campuran sperma kami berdua.
gaya bercinta nunggingTak berapa lama kemudian penis Adit kembali keras. Kemudian kuminta Adit menyetubuhiku dari belakang. Dengan menopangkan kedua tanganku di atas meja hias dan posisi menungging, kusuruh Adit memasukkan batang penisnya ke dalam lubang lubangku dari belakang.gairahsex.com Betapa nikmatnya kurasakan penis Adit menghunjam masuk ke dalam lubang lubangku, kemudian sambil meremas-remas kedua buah dadaku, Adit mempercepat tusukan penisnya.
Dari cermin yang berada di hadapanku, kulihat gerakan dan ekspresi wajah Adit yang sedang mempermainkan lontongnya di dalam lubang lubangku. Situasi ini menambah naiknya birahiku. Kurang lebih tiga menit merasakan tusukan-tusukan penisnya, aku tak tahan ingin orgasme lagi. Aku merintih,
“Aduh.. oh.. agh.. Ri, tembus Ri.. aagh.. Fitri mau keluar lagi, cepatkan Ri.. oh.. aaghhh..” Ternyata Adit pun mau keluar. Ia pun merintih,
“Oh.. augh.. Fitri, Adit juga mau keluar.. aduh.. Fitri.. bareng ya.. oh..” Beberapa saat kemudian, secara bersamaan aku dan Adit mencapai orgasme. Kurasakan kembali semprotan sperma Adit yang hangat dan nikmat lubang lubangku.
Setelah itu, kami berdua berpelukan dengan mesra. Aku berkata, “Nakal ya..” Adit mencium pipi dan keningku kemudian pamit keluar. Kemudian aku pun keluar ke kamar mandi untuk membasuh lubangku. Jam 14:00, jemputan mobil dari kantorku datang. Malamnya sesuai janji via telepon, kembali Adit masuk ke kamarku dan menyetubuhiku secara terburu-buru, karena khawatir ada yang memergoki. Walau dalam keadaan terburu-buru, persetubuhanku dengan Adit yang dilakukan setiap dini hari itu, cukup memuaskan, karena paling tidak setiap bersetubuh itu aku bisa orgasme minimal satu kali dan merasakan semprotan sperma Adit di dalam lubangku.
Selanjutnya, persetubuhanku dengan Adit yang benar-benar memuaskan dan menyebabkan aku lemas tak berdaya adalah saat malam takbiran. Adit mulai menggerayangi lubangku dengan jari-jari tangannya sambil melumat bibirku. Aku menggelinjang dan merintih,
“Oh.. Ri.. enak sekali.. Ri.. oh terus Ri..” Aku tak mau kalah dan kuremas-remas penisnya dari luar celana yang membuat semakin keras. Kemudian kusuruh Adit berdiri, kubuka reitsleting celana panjangnya dan sekaligus celana dalamnya. Kulihat dan rasakan penis Adit lebih keras dan besar dari biasanya.
“Aduh.. wow.. kok lebih keras dan besar Ri penisnya?” Adit berterus terang bahwa sorenya ia minum jamu kuat laki-laki sebagai persiapan untuk memuaskan diriku. Kuhisap, kujilati dan kukulum penisny dengan penuh nafsu. Karena tak tahan lagi, kudorong tubuh Adit duduk di sofa. Aku duduk di atas pangkuannya. Kemudian kupegang dan arahkan penisnya ke dalam lubangku. “Wow.. aduh Ri.. gede banget dan enak Ri, penismu.. aduh.. oohh..” aku mengerang.
Sambil kulumat bibirnya, kunaik-turunkan pinggulku agar dapat merasakan gerakan, tusukan dan denyutan penis Adit. Sekitar dua menit kugoyang, akhirnya aku mencapai orgasme karena tak tahan merasakan penis Adit yang lebih keras dan besar dari biasanya. Kemudian kami berdua merubah posisi dengan doggy style. Kurang lebih tiga menit, lagi-lagi aku tidak tahan dan orgasme untuk yang kedua kalinya.
Bercinta sambil berdiriSetelah beristirahat sebentar, kami berdua merubah posisi dengan berdiri. Kali ini aku ajak dia bercinta di kamar mandi. Kusandarkan di dinding selanjunya kugarap dia sambil berdiri. PenisAdit masih keras dan ia belum keluar sama sekali. Lagi-lagi, mungkin karena pengaruh bir dan nafsu yang menggebu, aku mencapai orgasme yang ketiga kalinya.
Dengan masih mempertahankan penisnya yang keras dan panjang di dalam lubangku, Adit menggendongku masuk ke kamar tidurku. Direbahkan tubuhku di kasur di atas lantai yang sudah kusiapkan. Masih kurasakan nikmatnyan dan orgasmeku yang keempat kalinya saat Adit menyetubuhiku dengan posisi di atas. Setelah itu aku tak ingat lagi dan menyerah pasrah menerima tusukan-tusukan penis Adit.
Mungkin lebih dari 10 kali aku mencapai orgasme, dan aku tak tahu berapa kali Adit keluar. Saat terbangun kira-kira jam 5 pagi, terasa kepuasan yang amat sangat pada diriku walau kakiku rasanya gontai dan lemas. Kurasakan juga kehangatan sperma Adit yang masih ada di dalam lubangku