Senin, 19 Januari 2026

Yanti Kakak Iparku hamil dariku


 


Adit yang ketika itu sedang buang air besar di toilet dirumahnya, tiba dikejutkan oleh masuknya kakak iparnya yang bernamaa Yanti. Adit yang memang sudah lama ingin sekali bersetubuh dengan kaka iparnya itu pada akhirnya terwujud.

 

Memang benar kalau kata kaum hawa, lelaki itu memang buaya darat, dan tidak pernah puas dengan 1 pasangan. Contohnya aku sendiri, namaku Adit, aku ini seorang lelaki yang memang jantan sekali, buktinya aku sudah mempunyai 2 istri. Dengan 2 istriku ini aku masih saja ingin mempunyai istri lagi, hha… memang lelaki buaya darat

Dimata lelaki kebanyakan seperti pepatah yang berkata seperti ini “ Rumput tetangga lebih hijau dAditada milik kita senidiri ”. Aku selalu tertarik ketika melihat body montok dan kecantikan dari Mbak Yanti. Mbak Yanti ini adalah istri dari Mas Ridwan , dia adalah kakak laki-laki dari istriku yang bernama Mutia. Entah mengapa setiap aku melihatnya rasanya aku ingin sekali menjamah dan mencumbui tubuh sintalnya.

Gambaran dari Mbak Yanti ini sebagai berikut, dia berkulit putih, hidung mancung body sintal, dan berhidung mancung. Jika para pembca melihat Mbak Yanti, saya yakin pasti akan merasakan hal yang sama seperti aku. Mbak Yanti ini keturunan Arab, pokoknya hot banget deh para pembaca, nggak kebayang deh kalau aku sampai bisa ML sama dia.

Sudah hampir 2 tahun ini Mas Ridwan menikah dengan Mbak Yanti, namun sampai saat ini belum dikaruniai buah hati. Yah mungkin saja mereka belum waktunya atau juga Mas Ridwan nggak bisa memberi keturunan,hha, initinya hanya yang diatas yang tahu. Selama ini walaupun mereka belum mempuyai keturunan kehidupan mereka terlihat cukup harmonis.

Dihari libur mereka menghilangkan kesuntukannya dengan bermain kerumahku, bahkan tak jarang mereka sampai menginap dirumahku untuk sekedar bermain dengan anakku. Sampai suatu hari, ketika mereka Mas Ridwan ada pengajian Mbak Yanti pun menginap dirumahku.

“ Mbak, kog Mbak belum juga punya keturunan sih, apa jangan jangan mas Ridwan gak bisa ngasih keturunan sama Mbak, hha…” Ucapku menggodanya.

“ Hemmm… istighfar Adit jangan berkata seperti itu, dosa tauk !!! kami belum mendapat keturunan karena kami belum dipercaya sama yang di atas,” sahutnya dengan raut muka memerah dengan sedikit marah.

“ Iya-iya Mbak, Adit cuma bercanda kali Mbak, sori Mbak yah, hhe… ” ucapku.

Aku sering sekali  menggoda Mbak Yanti, aku berani berkata seperti tadi karena memang kami sudah akrab dan Mbak Yanti juga sudah terbiasa dengan candaanku. Kadang aku menyarankan kepada mereka agar suruh megadopsi anak sebagai pemancing agar mereka bisa mempunyai keturunan. Namun jawaban Mas Ridwan dan Mbak Yanti mereka tidak percaya denga hal seperti itu.

Yah maklum sajalah karena mereka tergolong keluarga yang agamis, malahan mereka bilang bahwa mereka sayang sekali dengan anakku. Mas Ridwan dan Mbak Yanti memperlakukan anakku layaknya anak mereka sendiri, malahan kalau aku fikir-fikir kasih sayang kami kalah dengan dengan kasih sayang mereka. Ketika Mbak Yanti menginap dirumahku, maka dengan terpaksa aku harus tidur tamu.

Mbak Yanti tidur dikamarku dengan Mutia, padahal waktu itu giliran ML ku dengan Mutia bukan dengan Erika istriku yang pertama. Huh, terpaksa deh aku harus menunda persetubuhanku dengan Mutia. Sebanrnya Adit junior udah kepingin banget menyelami liang senggama istri keduaku Mutia, tapi yasudahlah mau gimana lagi.

Saat itu Pada akhirnya aku onani sendiri sama liat video 3x di hp ku, Kacau deh.

Sekitar jam 11 malam karena hawa panas banget di kamar tamu gak ada AC, aku pergi mandi ke Toilet belakang pengen mandi. Ibu-ibu dan anakku dah pada tidur. Di Toilet aku malah terbayang Mbak Yanti dan malah onani lagi. Lagi enak-enaknya telanjang sambil onani duduk di closet , eh… tiba-tiba ada yang terburu-buru masuk toilet tanpa menghiraukan aku.

Mungkin saking kebelet pengen pipis. Langsung tarik daster tidur, celana dalam dan kencing gitu aja. Ternyata Mbak Yanti, begitu kulihat dari belakang, pantatnya putih dan semok banget. Ditambah lagi dia terlihat sexy banget pake daster istriku, belum pernah aku melihat Mbak Yanti pake daster, maklum dia ustazah. Walau di depan saudara, mereka tetep pake jubah dan jilbab. Kecuali kalau mereka mau tidur.

Itu pun ganti di kamar Mbak Yanti belum sadar kalau ada aku didalam Toilet. Mungkin saking kebeletnya.Tapi, pas dia mau cebok nyuci vaginanya dan menengok kebelakang, dia hampir jatuh dan menjerit melihat aku lagi duduk di closet sambil megangin penisku yang lagi ereksi. Beruntung aku cepet narik dan memegang tangannya sehingga dia tidak sampai terjengkang,

“ Sssttt… Aduh mbak jangan menjerit, Nanti Mutia bangun hlo, kalau mbak menjerit nanti kita malah disangka ngapangapain lagi,” ucapku.

Saat itu Mbak Yanti pun pada akhirnya terdiam. Sesaat dia terpukau melihat penisku yang gede dan lagi ereksi. Setelah tersadar saat itu Mbak Yanti pun memalingkan mukanya, dan,

“ Adit… kamu ngapain kamu disini ? bener-bener nggak sopan kamu yah, ” ucapnya memarahiku.

“ Sssttttttt… Pelan Mbak kalau ngomong, justru mbak yang gak sopan, orang aku udah didalam dari tadi, eh mbak malah nyelonong gitu aja, ” ucapku menerangkan.

“ Iya ya, Maafin Mbak yah, habis Mbak tadi kebelet kencing sih, jadi sampai nggak tahu deh kalau kamu ada didalam, ” ucapnya.

Pucuk dicinta ulam pun tiba, kesempatan nih siapa tau aku bisa memanfaatkan suasana ini, ucapku dalam hati. Kemudian,

“ Yasudah Mbak cuci aja dulu tuh anunya nanti bau hlo, apa mau aku Adit yang cebokin ? ucapku bercanda.

“ Ihhh, gak sopan banget kamu Adit,” Jawabnya sensi.

“ Udah lah Mbak, mbak sebenernya mau liat ini kan? Ucapku sembari menunjukan penisku kepada Mbak Yanti.

“ Ihhh, kamu apa-apaan sih Rip, ” ucapnya sembari memalingkan mukanya.

“ Sudah lah Mbak, Adit tahu kok kalau Mbak nggak bahagia sama Mas Ridwan, ” ucapku.

Kemudian aku pun menaarik tangannya dan kutempelkan di penisku. Setelah itu aku genggamkan telapak tangannya di penisku, lalu kupeluk dia. Tak lupa tanganku menarik dasternya keatas dan tangan kananku langsung hinggap di Vaginanya. Saat itu aku mulai memegang dan meremas Vagina-nya yang masih basah oleh sisa air seni dia karena belum sempat di basuh air.

Tanpa memberi kesempatan, sambil kupeluk dia, aku kobel Vaginanya.Dia mau berontak,tapi pas dah kukobel Vaginanya, dia malah mendesah dan merintih.Jangan Adit, dosa besar katanya. Tapi terus aku mainkan clitorisnya dan kuremas payudaranya,

“ Sssshhh… Ahhhh…, ” desahnya

Kemudian aku menarik tangannya dan kugenggamkan pada penisku, saat itu Mbak Yanti hanya menggenggam saja. Namun seiring kumainkan Vaginanya, pada akhirnya tangan diapun mulai meremas-remas penisku,

“ Ouhhhh… Ssssshhh… Rip jangan kayak gini sama aku, Inget Rip aku ini kakakmu… Ouhhh…, ” ucapnya.

Saat itu aku tidak perduli, aku terus melangsungkan aksiku meremas payudaranya dan mainkan Vaginanya dengan jariku. Tanpa menunggu kesadaran dia pulih sepenuhnya, aku membuat tangan dia berpegangan ke bak mandi sampai posisi dia kini pun menungging. Tanpa menunggu waktu, aku mengarahkan penisku pada liang senggamanya. Setelah tepat diliang senggama-nya, maka aku pun langsung menenggelamkan Penisku,

“ Blessssssss… Ahhhh…, ” desah mbak Yanti mulai merasakan nikmat. Beruntung Vaginanya masih basah dan licin oleh cairan dari rangsangan tadi, jadi aku tidak perlu bersusah payah, kini Penisku pun amblas kedalam Vagina Mbak Yanti dengan mudahnya,

“ Ouhhhh… nikmat sekali Mbak memek Mbak, ” ucapku diiringi desahan nikmatku.

Saat itu kurasakn Vagina Mbak Yanti terasa sempit, yah maklum saja karena dia memang belum pernah mempunyai anak. Aku merasakn Penisku terasa terjepit karena memang ukuranya lumayan besar ( panjang 16 cm, diameter 4 cm). Nikmat sekali, Penisku terasa seperti diremas-remas. Tanpa membuang waktu aku pun menggenjot Vagina Mbak Yanti dengan penisku,

“ Ouhhh… Rip… Ssssshhhh… Ahhhh…, ” desah Mbak Yanti keenakan.

Sambil kugenjot Vaginanya dari belakang, tak lupa aku pun meremas-remas payudaranya dari belakang. Saat itu aku melihat pantat Mbak Yanti yang semok dan putih itu bergoyang-goyang mengimbangi setiap tusukan penisku. Benar-benar mantap rasanya guest, serasa ML sama ABG. Sekitar 15 menit aku menggenjot Vagina Mbak Yanti, tiba-tiba aku merasa seperti akan klimaks.

Karena merasa seperti itu aku pun mempercepat sodokanku pada Vagina Mbak Yanti. Sekitar 2 menit aku menyodok dengan full speed pada akhirnya kurasakan ada desakan dari batang kejantananku,

“ Cruttttttt…. Cruttt… Cruttt… Ouhhhhh…., ”

Pada akhirnya Penisku menyemburkan lahar panasnya di dalam liang senggama Mbak Yanti. Dia pun hampir berteriak dengan keras.Beruntung aku cepat menutup mulutnya dengan tanganku. Aku dan Mbak Yanti klimaks secara bersamaan. Saat menikmati klimaksku itu, saat itu aku tanamkan dalam-dalam penisku menancap dalam Vagina Mbak Yanti.

Kami menikmati sisa-sisa klimaks kami. Aku keluk dan kuremas payudaranya dari belakang. Setelah penisku lemas, aku pun mencabutnya dari Vagina Mbak Yanti.

Tiba-tiba kesadarannyapun kembali, dia berbalik badan, kemudian,

“ Plak… Plak…, ” suara tamparan Mbak Yanti menampar kedua pipiku.

Aku melihat raut mukanya penuh kekecewaan dan kemarahan,

“ Kamu bejat Rip, kamu tega melakukan hal seperti ini pada kakak iparmu sendiri, ucapnya penuh kekecewaan.

Saat itu aku pun mencoba menenangkanya dengan merangkul dia, namun saaat itu dia mencoba mendorongku, dan,

“ Sudah lah Mbak jangan seperti itu, Adit juga tahu Mbak menikmatinya, jangan siksa bathin Mbak, Adit tau kok Mbak nggak bahagia sama mas Ridwan, ” Ucapku coba menenangkanya.

Saat itu setelah aku berkata seperti itu, Mbak Yanti berniat menampar aku lagi, namun saaat itu aku memegang tangannya dan mendorongnya agar dia bersandar di dinding kamar mandi, dan aku menyambung perkataanku,

“ Aku tahu, selama ini Mbak pengen punya keturunankan ? Kalau memang mbak Mas Ridwan tidak mampu, biar aku yang memeberikan keturunan dari benihku kepada mbak, sudah nikmati saja Mbak !!!, ” sambungku.

Saat itu Mbak Yanti hanya terdiam saja. Setelah itu aku mengangkat dagunya dan kutatap wajahnya. Sungguh begitu cantik dan menggairahkan sekali Mbak Yanti ini. Mbak Yanti saat itu tidak berani menatap wajahku, matanya tetap megarah kebawah,

“ Mbak, Adit tahu kok nafsu sex Mbak sangat besar, dan kalau aku lihat mas Ridwan tipe laki-laki yang nggak bisa muasin wanita, benar kan Mbak ??? mulai hari ini biar Adit yang muasin Mbak, ” ucapku.

Ketika itu Mbak Yanti hanya terdiam saja. Karena dia hanya diam lalu aku pun mengecup keningnya. Tanpa sepatah katapun Mbak Yanti hanya terdiam, dan kini nampak pasrah. Kini aku memberanikan untuk melumat bibirnya. Ketika aku melumata bibirnya, Mbak Yanti tidak merespon sama sekali. Namun ketika aku mulai meremas Payudara. pada akhirnya dia pun membalas lumatan bibirku.

Saat itu dengan ganasnya dia melumat bibirku, aku tahu dia menginginkan kepuasan. Entah apa yang terjadi sama mas Ridwan hingga istrinya gak bisa hamil dan haus akan sex seperti itu. Saat itu aku menghentikan ciumanya dan,

“ Mbak, kita terusin dikamar belakang saja ya,” ucapku.

Saat itu Mbak Yanti hanya menganguk, sebelum kami pergi kekamar belakang, tidak lupa aku menyuruh dia cebok dulu. Aku yang nyuci pake sabun sirih istriku dan menyiramnya dengan air. Lalu kami pergi ke kamar belakang dengan hati-hati takut istriku bangun dan bercinta lagi dengan ganasnya. Aku menuntaskan hasratku sama Mbak Yanti kakak iparku. Dan Mbak Yanti pun menikmatinya.

Dia benar-benar haus akan sex, tidak perduli dia akhwat atau ustazah, kalau hasrat sex sudah menggelora disimpan dulu gelarnya itu. Aku menikmati setiap lekuk tubuh Mbak Yanti. Benar-benar sangat mulus dan menggairahkan.Mbak Yanti pun bermain dengan ganas. Hampir aku gak bisa mengimbangi. Katanya kontol mas Ridwan sangat kecil dan cepet banget keluar.

Dia terlalu egois dan ingin enaknya sendiri. Dah dicoba bilangin supaya konsul ke dokter spesialis,malah dia marah-marah. Akhirnya Mbak Yanti cuma bisa menahan rasa sendiri. Pantas saja mainnya sangat liar. Singkat cerita setelah puas, dia pun balik lagi ke kamar dan tidur dengan Mutia istriku. Itulah awal perselingkuhanku. Dan setelah itu,kami melakukannya setiap ada kesempatan.

Tebak saja guest, pada akhirnya Mbak Yanti pun hamil dan mengandung anakku. Singkat cerita ketika bayi itu sudah terlahir dan aku pun mencoba tes DNA-nya, ternyata DNA-nya persis seperti DNA-ku. Saat itu Mas Ridwan tidak pernah tahu kalau itu anakku, dan Mas Ridwan menganggap itu adalah anaknya. Sampai sekarang skandal kami pun masih bertahan. Aku berharap semoga hubungan skandal ini langgeng dan tidak ketahuan oleh istriku maupun Mas Ridwan.

Tamat.