Minggu, 28 Juli 2024

Gesekan mesra Istri Temanku


 

Perkenalkan namaku ukong, umurku 30tahun, aku sudah menikah dan mempunyai 2 orang anak. Aku bekerja sebagai konsultan di sebuah perusahaan kontraktor ternama di kota Jogja. Tuntutan pekerjaan yang membuat aku harus sering pergi keluar kota.

Suatu ketika aku dapat tugas dan harus ke Kota cirebon, pejabat disini memintaku untuk mengecek kesiapan pembangunan rumah sakit yang ada di kota tersebut, kira –kira satu minggu aku harus berada disana. Tapi hanya dalam waktu 3 hari saja pekerjaan itu terselesaikan.

Karena kupikir masih ada beberapa hari tinggal disini jadi aku iseng-iseng buka Facebook sewaktu di kamar hotel, siapa tau ada temen SMA atau SMP yang tinggal di kota ini, ya sekalian silaturahmi ataupun ketemuan.

Setelah kucari ternyata ada juga yang tinggal di sini, namanya Boby, dia dulu satu kelas dengan ku sewaktu duduk di bangku SMP. Segera aku message dan dia membalas serta memberikan nomor WA, biar komunikasinya lebih lancar. Langsung aja aku chat si Boby.

“Siang Boby, ini Ukong yang tadi kita ngobrol lewat FB” sapaku lewat aplikasi WA.
“Siang juga mas Ukong, maaf ini Kokom istri mas Boby…mas Bobynya lagi keluar hpnya ketinggalan” balasnya.
“Oh iya mbak maaf menganggu, ini aku teman SMPnya Boby dulu”
“Iya mas, mas Boby juga pernah cerita kalo dulu punya teman akrab waktu SMP namanya mas Ukong.. ngomong-ngomong gimana kabarnya mas?”

“Kabarku baik mbak, ayok kapan kita ketemuan sama keluarga Boby, mumpung aku di cirebon… oya gimana kabarnya mbak Mika?”
“Kabarku juga baik mas, eh ngomong-ngomong lagi nih mas Ukong nginep dimana, nanti saya kasih tau mas Boby”
“Aku nginep di hotel XXX mbak, nati kalo Boby sudah pulang tolong bilangin besuk siang kita makan saiang bersama, tempatnya saya ngikut aja soalnya saya ga tahu daerah sini”
“Oke deh mas nanti saya sampaikan sama mas Boby, sampai ketemu”.

Kokom ini adalah istri dari Boby, menurut cerita teman-teman Kokom itu dulunya seorang model dan wajahnya cantik. Jadi menurut mereka lagi Boby seperti ketiban rejeki karena muaknya pas-pasan berjodo sama wanita cantik. hahahah…

Mumpung malam ini ga ada kegiatan aku iseng ke diskotik dan karaoke yg ada disebelah hotel. Mau karaoke tapi sendirian, enaknya sih ke diskotik aja, siapa tau ada yang mau nemenin malam ini. Ternyata ramai sekali, karena hari ini ada DJ dari ibukota. Aku langsung ke bar pesen martell satu, kebiasaan di Jogja, martell sebagai umpan cewek untuk mendekat.

Benar juga tak berapa lama ada cewek yang mengambil tempat duduk di sampingku, tingginya 165 cm,wajahnya manis, rambutnya sebahu, umurnya sekitar 20an, dia pakai pakaian ketat dan toketnya kelihatan menyembul, rok mini yg dia pakai membuat pahanya yang mulus terlihat jelas, bikin horny aja nih.

Iseng-iseng aku tawarin minum bareng, Eh dia pun mau, kami berkenalan tapi pas musiknya berisik aku ga begitu dengar namanya siapa jadi aku panggil dia mbak aja. Karena dj nya asyik kita pun terbawa suasana, ngobrol kesana kemari sampai 2 botol kita minum bareng. Sengaja aku hentikan minum karena takut jackpot dan bikin buyar.

Kelihatan dia udah mabok, aku mencoba tawarin stay dulu di hotel tempatku menginap. Meskipun waktu itu baru jam 11 malam. Dia ga kuat berjalan, jadinya aku papah dia masuk ke kamar dan kubaringkan di ranjang. Toketnya yang montok dan kencang semakin bikin aku terangsang, dia pun tersenyum ketika aku melihatnya.

“Mas lihat apa?…horni ya?”
“Iya nih, habis minum jadi horni, boleh ga aku minum susunya biar ga mabok…hehehhe”
“Boleh tapi nyusu aja ya jangan yang lainnya”

Karena sudah mendapat persetujuan darinya aku langsung peluk dia, aku mulai mencium bibir merahnya yang menggoda, diapun membalasnya dengan ciuman, hisapan dan lumatan yang ganas. Lidah kami saling menggelitik dan memilin. Kuciumi belakang telinganya, sektika bulu kuduknya berdiri, tanda dia sangat horni.

Secara pelan aku pelorotin pakaiannya, ternyata dia tak memakai Bra, toket yang momtok itu kini menggelantung bebas keluar. Dengan segera putingnya yang berwarna coklat muda aku jilatin dan kuhisap pelan-pelan. Putingnya yang tadinya ga keliatan kini jadi menyembul dan mengeras, kuhisap terus putingnya secara bergantian sambil tangan kananku mencoba menurunkan CDnya.

Setelah CDnya aku buang, jari tengahku aku masukkan di sela-sela pahanya, kuraba bukitnya yang ternyata sudah basah. Perlahan lahan kugesek itilnya, dia pun mendesah kenikmatan dan semakin lama semakin menggelinjang.

Sepertinya tak mau kalah diapun meraih celanaku, memintaku untuk berganti posisi aku berada di bawahnya. Segera dia membuka resleting celanaku, dan mengeluarkan rudalku dari dalamnya. Diremanya secara lembut rudalku sambil kadang sesekali dia mengocoknya dengan agak kasar dan membuatku melenguh, menikmati setiap kocokannya.

Dijilati dan dihisapnya rudalku membuatku semakin melayang, hisapannya dan sedotan di kepala rudalku membuatku keenakan, sambil terus dikocok dengan cepat membuat tubuhku serasa di awan, sensasi yang dihadirkan berbeda dengan istriku di rumah memang jauh lebih nikmat.

Merasa akan segera keluar, aku segera tarik rambutnya dan menindihnya memposisikan dia di bawah lagi, kini wajahku tepat berada di depan lubang bukitnya. Kubuka pahanya dan mulai menjilati bukitnya, kusedot sedot bukitnya yang sudah sangat basah, sambil aku pilin-pilin putingnya, dia mendesah dan semakin bergelinjang tak karuan,

“AAHH…AHHH, ENAK MASSS… ADUHHH AMPUUUN ENAAAK SEEEKALIIII MASSS…. AAAH UUUUH”

Tak lama kemudian tubuhnya tiba-tiba mengejang “OOOHHH MAS…AKU KELUAAAAR…” aku pun lalu menghisap bukitnya lebih kuat, sehingga dia menggelinjang lebih dahsyat.

Cairan yang keluar dari bukitnya itu aku sedot rasanya nikmat, gurih. Tanpa berlama-lama aku langsung masukkan rudalku ke lubang bukitnya, dia sedikit protes karena ga ada jeda, “BLESSSS…” rudalku masuk ke dalam luabng bukitnya.

“AAAAHH… ENAAAK BANGEEET MASSS…OOOHH YEESSS…” desahnya. Kugoyangkan pantatku sehingga rudalku semakin masuk ke dalam bukitnya yang sudah basah dibanjiri oleh cairan kenikmatan.

“UUH… AAAH… UUUH… AAAH… KONTOOOOLMU ENNAAAAK BANGEEEEt MASSSS…..UUUHH AAAH” rancunya sambil matanya merem wajahnya mendongak keatas, tanda dia menikmati persetubuhan ini. Aku semakin bergairah, aku genjot bukitnya lebih kencang lagi, toketnya ikut bergoyang tak karuan sesuai irama genjotanku, sementara mulutnya terus mendesah kenikmatan.

“OOOHHH MAASS AKU MAU KELUAR LAGI NIIHH AAHHH….”
“TAHAN SEBENTAR YAA KITA KELUAR BERSAMAAAN…BUKITMU ENAK BANGEEETTT…AAHHHH…”
“KELUAARIIN DII DALAM YAAAA MASS, JANGAAN DI PUUUTUUUSSS AAAAH…”

Aku semakin terpacu untuk menggenjotnya lebih cepat,

“AAAHHH, AKUUUU KELUAAAAR MAAAAS” jeritnya dengan tubuh mengejang hebat. Rudalku semakin ditarik ke dalam rasanya berkedut kedut dan itu membuatku semakin blingsatan jadinya, akhirnya ga bisa ditahan lagi,
“AAAH KITAAA BAREEENG YAAA, CROOOTTT…CROOOTTT… CROOTTT” bersamaan spermaku muncrat di lubang bukitnya.

kemudian kubaringkan tubuhku disampingnya, sekali kali kita berciuman, sangat puas sekali malam ini. Kita istirahat sejenak melepas lelah sambil berpelukan.

Sekitar jam 1 malam hpnya berbunyi, dia segera mengambil hp itu di tasnya. Samar-samar ketika menjawab terlihat ada tulisan HUSBAND…. wtf, ternyata dia dah punya suami…

“Maaf mas, aku harus pulang ya ga bisa nemenin. Suamiku ternyata dalam perjalanan pulang ke rumah, aku kira dia ga pulang malam ini”

“Iya gapapa kog say, aku panggilkan taksi ya”

“Iya mas makasih, kapan kapan kita lanjut lagi ya…rudalmu enak banget…ini nomerku 081392111xxx” katanya sambil menuliskan no hpnya di kertas memo hotel.

Dia lalu ke kamar mandi untuk membersihkan diri. Setangah jam kemudian dia pergi denagn taksi yang sudah aku pesan lewat resepsionis tanpa aku anterin ke lobby, akupun melanjutkan tidur karena kecapekan dan efek alkohol yang masih tersisa tanpa baju yang menempel.

Aku tak tau tidur sampai berapa jam, sampai aku terbangun, gara-gara merasa geli karena rudalku seperti ada yang memijat –pijat. Begitu aku buka mata, ternyata rudalku sedang di kulum oleh cewek yang memakai seragam cleaning service hotel ini, dia masih muda dan berparas cantik.

Aku pura-pura ga tau, takut dia kaget, tapi memang ga bisa dibohongi, sangat nikmat, sehingga aku meleguh, cewek itu pun kaget dan wajahnya pucat begitu melihatku bangun, tapi segera aku pegang kepalanya supaya ga melepas kulumannya.

“AAAHHH ENAK MBAAA TERUUUSSS MBAAA…” desahku. Dengan sigap Yani, liat namanya di seragam, mengocok rudalku lebih cepat. Kocokannya itu membuatku semakin terangsang, tapi aku ga mau cuman di kocok doang.

Kubimbing Yani tidur di ranjang, aku lucutin semua seragamnya, mungkin karena Kina sange, maka dia diam aja ketika aku melucuti seragamnya. Kuciumi dan kulumat bibirnya, dan Yani pun membalas ciumanku dengan ganasnya. Perlahan aku buka Bhnya, aku remas-remas toketnya.

Putingnya yang sedari tadi sudah mengeras aku pilin pilin sehingga dia tambah mendesah keenakan. Kuciumin lehernya semakin ke bawah kearah toketnya. Ukuran toket Yani tak kalah montok dengan milik cewek yang tadi malam aku entotin membuat aku jadi tambah bergairah. Kujilati dan sesekali kuhisap putingnya, Yani pun mendesah nikmat.

Tangankupun bergelirya di selangkangannya, bukitnya tembem bersih, tanpa rambut. Aku raba dan lugesek lembut dengan tanganku, terasa bukit Yani sudah sangat basah, ketika aku hendak menjilati bukitnya dia menarik kepalaku sambil berkata,

“PAAAK JANGAAN… JIJIIIK”

Aku ga peduli dengan apa yang dia ucapkan, pahanya kubuka lebar dan aku jilatin bukitnya, dia semakin menggelinjang. Aku pun menjilati itilnya yang membuat Yani makin mendesah, karena sudah basah sekali akupun lalu mengarahkan rudalku ke bukitnya.

Terasa masih sangat sempit, aku sedikit memaksa rudalku supaya bisa masuk. sambil pelan-pelan aku goyang, “BLEEESS….”
Kini gilranku yang mendesah nikmat serasa rudalku di pijat-pijat enak, masih rapet sekali bukit Yani ini aku genjot agak cepat karena keenakan. Yani semakin blingsatan, akhirnya tubuhnya mengejang, bergetar dan tiba-tiba dia teriak,

“AAAHHH… AKUUUU KELUAAAR PAAAA…EEENNAAAAK SEKALI PAAAAKKK”

Bukitnya tambah licin, karena cairan kewanitaannya, akupun mempercepat sodokan rudalku, hingga akhirnya aku orgasme “CROOOTtt…CROOOTTT..CROOOTTT…” enak sekali rasanya, meskipun sudah keluar, rudalku masih aku tancepin di bukitnya, pelan pelan aku cabut rudalku dan kurebahkan tubuhku di sampingnya, aku liatin wajahnya yang nampak kecapekan, tapi ada kepuasan di matanya.

“Maaf pak, kamar bapak tadi saya ketok ga ada jawaban, saya memberanikan diri untuk masuk dan liat bapak telanjang, kebetulan saya lagi kepengin, saya janda pak suami saya sudah lama meninggal… saya terangsang liat bapal bugil.. sekali lagi maaf pak kalo saya lancang” katanya lirih

“Iya gapapa Yani, aku senang kog, oya panggil saja aku Ukong, kalo kamu kepingin lagi langsung kesini aja, aku disini masih beberapa hari kog, rumah Yani dimana, jauh dari sini ga?” kataku.

“Lumayan mas… deket pasar rumahku kapan-kapan mampir ya mas”

“Iya nanti aku main ke tempatmu, boleh nginep ga di rumahmu”

“Boleh aja kog mas, tapi syaratnya harus puasin saya lagi ya hehhe..” katanya sambil tersenyum.

Aku pun tersenyum dan kemudian mencium bibirnya dengan lembut, maksud hati iingin mengajaknya ke ronde ke dua, tapi dia menolak, karena takut di cari supervisornya. Akhirnya kita mandi bareng mesra aja berdua.

Sebelum Yani pergi aku kasih dia uang Rp 500.000,- awalnya dia menolak tapi aku paksa supaya dia menerima, dan diapun menciumku dengan horni lagi, tapi karena HT-nya sudah berisik mencari namanya, akhirnya Yani keluar meninggalkan kamarku.

Setelah Yani pergi, kunyalakan HPku, banyak sekali WA yang masuk, dari Istri, Ortu, Kantor, dan Boby. Seperti yang di janjikan kemari, Anto menanyakan apakah hari ini jadi ketemuan.

“Hy bro kita ketemuan dimana nih” tanyaku

“Di rumah makan padang aja yang dekat dengan hotel tempatu menginap, setengah jam lagi bisa soalnya entar sore aku harus ke Jakarta” jawab Boby.

“Siap bro”

Aku segera mempersiapkan diri untuk ketemu Boby dan keluarganya, kuambil mobil CRV ku di parkiran menuju ke lokasi yang telah ditentukan. Tak berselang lama, aku berada di lokasi yang dimaksud, karena sudah lama ga ketemu, aku lupa sekarang wajah Boby seperti apa, aku telpon dia, di sebelah ujung restoran ada seorang pria kurus memakai baju putih melambaikan tangannya. Aku pun menuju ke meja tersebut.

“Hy bro kamu sendirian?” sapaku

“Ga bro aku sama istriku dia lagi ke toilet” jawab Boby.

Akupun duduk dan memesan makanan di restoran itu.

“Awet muda ya kamu, oya katanya istrimu seorang model ya.. maaf aku ga dateng ke nikahanmu”

“Hehehe…iya bro. Aku nikah umur 25 tahun dan istriku saat itu baru 18 tahun… ketiban rejeki bro… hahahaha…”

Kami pun ngobrol kesana kemari mengingat kejailan-kejailan kita semasa SMP dulu. Tak berselang beberapa lama ada seorang wanita datang dari belakangku dan langsung duduk disebelah Boby. Wanita itu menunduk begitu kita saling bertatap muka. Wajahnya dia sembunyikan tak berani memandang ke arahku.

Boby memperkenalkan wanita itu bernama Kokom, istrinya. Deg… Aku terkejut sampai batuk, jantungku terasa mau copot. Kokom ternyata wanita yang di ranjangku semalam. Kita bersalaman agak lama, berlagak tidak kenal, untung situasinya bisa terkendalikan layaknya tak terjadi apa-apa antara kita. Makan siangpun berjalan lancar, dan akhirnya aku balik lagi ke hotel. Di Hotel HP berbunyi, ada WA dari nomer tak dikenal.

“mas Boby sore ini ke Jakarta lagi, nanti aku ke hotel kamu ya”

Baca pesan itu aku jadi tersenyum sendiri. “LOVE THIS CITY”

 

Istri Temanku yang kesepian


 

Kesenangan Membuat Teman Teman saya Asmin adalah teman baik teman-teman lain, dia tidak pernah membedakan dalam memilih teman tetapi jika saya pikir dia lebih suka bergaul dengan ekuivalen ekonomi, dia berpikir bahwa menjadi setara pasti akan lebih saling menghargai. Asmin sudah menikah dan sudah memiliki seorang anak perempuan. Istri Asmin lebih muda dari Asmin 4 tahun. Namanya adalah Fitri, cantik, putih mulus, tubuh ideal dengan tinggi sekitar 167cm dan berat sekitar 60kg.

Ceritanya seperti ini, saya andi, saya berteman dengan Asmin ketika saya bekerja dengannya di perusahaan swasta di kota saya. Awalnya saya menjadi teman seperti biasa dengan Asmin, sampai akhirnya saya menjadi lebih akrab dengannya sehingga saya sering mengunjungi rumahnya, hampir setiap malam setelah bekerja sekitar jam 9 malam saya selalu pergi ke rumahnya untuk sekedar mengoditl sampai larut malam.

Saya sering mengunjungi rumah Asmin dan juga menjadi akrab dengan istrinya Asmin, Fitri. Kami bertiga juga sering mengoditl bersama dengan lelucon biasa. Biasanya juga ada banyak teman yang mengunjungi rumah Asmin, tetapi waktunya semakin kecil, mungkin hanya merasa bosan, hanya menjadi aq yang masih mengunjungi rumah Asmin begitu banyak sehingga aq dan istrinya sudah semakin akrab.

Setelah 3 tahun kami berteman karena masalah, akhirnya kami berdua (aq dan Asmin) meninggalkan kantor. Tapi Asmin segera mendapat pekerjaan lain, sementara saya masih menganggur.

Meskipun Aq dan Asmin tidak berfungsi lagi, saya masih sering mengunjungi rumahnya. Persahabatan kami berjalan seperti apa adanya, saya juga berteman dengan bahan bakar dengan istri Asmin, ketika Asmin bekerja kami juga sering bermain tanpa pengetahuan Asmin hanya untuk menghibur Fitri yang tidak punya aktivitas di rumah.

Asmin baru bekerja selama tiga bulan, perusahaan tempat ia bekerja telah berkurang menjadi sejumlah besar karyawan dan ternyata Asmin juga dipengaruhi oleh pengurangan karyawan tersebut. Jadi sekarang Asmin tidak bekerja. Mulai dari ini, setiap hari saya selalu berkumpul dengan Asmin dan Fitri dan putri muda mereka, sekitar 5 tahun. Semakin lama saya melihat Fitri, semakin bohay itu, tubuh menjadi lebih maskulin. Mungkin karena dipompa dengan Asmin setiap malam.

Aku berusaha menahan luapan perasaanku yang kurasakan untuk Fitri. Saya masih bersikap normal, tetapi saya selalu mencuri lapangan ke arah Fitri yang sering memakai pakaian seksi di rumah. Saya sering melihat Fitri ha menggunakan gaun pendek yang tipis, kadang-kadang hanya memakai tanktop dan hotpen. Sehingga terlihat keseksian tubuhnya.

Jika menurut saya barangnya tidak sebesar itu, sangat besar, sekitar 32B. Tapi kelihatannya kaku meskipun Anda sudah memiliki satu anak. Sejujurnya, semakin banyak nafsu saat aku melihat penampilan Fitri yang selalu seksi. Saya ingin berhubungan seks dengannya. Tapi itu hanya terbatas pada imajinasi saya, karena saya tidak berpikir mungkin bagi saya untuk bercinta dengan istri teman saya sendiri. Sampai suatu hari sesuatu terjadi pada saya.

Asmin yang kehilangan pekerjaannya tidak mungkin jika dia terus menganggur, jadi dia mencoba melamar pekerjaan di semua bidang. Setelah mencoba lebih dari seminggu, Asmin akhirnya mendapat panggilan kerja di Jakarta dan diterima bekerja di sana. Saya mengantarkan Asmin ke terminal bersama dengan istri dan anaknya.

Sebelum Asmin naik bus ia menyuruh saya membantu merawat istri dan anaknya. Selama pekerjaan Asmin, Fitri diberitahu untuk tinggal bersama kedua orang tuanya. Saya diminta untuk mengawasi semua yang dilakukan istri saya dan saya akan melakukannya. Asmin memberi tahu anak dan istrinya bahwa dia akan pulang setiap dua minggu. Saya juga diminta untuk selalu menjemputnya di terminal ketika dia pulang, sebagai teman baik saya menyetujui permintaannya.

Dan mulai itu terjadi kisah cintaku dengan istrinya, Asmin. Hampir setiap hari saya selalu bermain dengan Fitri. Oditlan kami dimulai hanya dengan lelucon. Kadang-kadang saya juga pergi ke rumahnya ketika Fitri mendapatkan anak-anak sekolahnya. Pada saat itu anak Fitri adalah anak TK. Setelah mengambil sekolah Fitri, sudah pasti waktunya pulang untuk sementara waktu hanya untuk membersihkannya. Sementara saya sendiri masih menganggur, jadi saya hanya bisa mengawasi apa pun yang dilakukan Fitri sesuai dengan pesanan Asmin.

Asmin telah bekerja di Jakarta selama dua bulan, dengan lancar seperti apa yang dia katakan kepada anak perempuan istrinya jika dia akan pulang ke rumah setiap dua minggu. Menginjak bulan ketiga Asmin jadi jarang pulang, saya tahu itu dari cerita Fitri. Itu membuat saya sering bertemu Fitri di rumahnya ketika dia membersihkan rumahnya setelah selesai mengirim anak-anak sekolahnya. Saya mencoba menenangkan hati dan pikirannya ketika dia sedih karena sifat suaminya yang berubah.

Pada pagi itu aku mengunjungi rumah Fitri untuk menemuinya. Kami juga berbicara seperti biasa, Fitri bercerita tentang suaminya dan membuatnya sedih. Saya yang mendengarkan menjadi bingung, apa yang harus saya lakukan. Saat itu aku dibuat panas untuk melihat Fitri mengenakan pakaian seksi. Saya menjadi gelisah dan bingung melihat Fitri yang sedih dan saya juga ingin melihat penampilan Fitri.

Aku mencoba menenangkan pikiran Fitri, aku berniat hari Sabtu nanti aku akan membawanya berlibur hanya mencari hiburan agar Fitri tidak larut dalam masalah. Fitri menyetujui undangan saya, tetapi dia bingung tentang alasan apa yang harus diminta suaminya ketika dia pergi berlibur bersamaku. Saya memberi saran bahwa saya tidak perlu memberi tahu suaminya, dan bahwa anak itu ditinggalkan sendirian di rumah orang tuanya. Lalu saya mengatakan kepadanya untuk alasan bahwa orang tuanya akan pergi ke rumah temannya dan menginap. Fitri mengangguk setuju.

Sabtu tiba, saya berjanji Fitri menjemputnya jam 3 sore di supermarket. Akhirnya tepat pukul 3 sore saya menjemputnya dan kemudian kami bergegas untuk melakukan perjalanan liburan dengan sepeda motor.

Hari itu Fitri mengenakan pakaian yang sangat seksi. Dia menggunakan strit jacket-nya dan di bawahnya dia memakai legging berwarna krem. Pantat Fitri terlihat sangat gemuk. Ketika saya mengangguk, Fitri memegang memeluk tubuh saya dari belakang dengan cinta. Saya diam karena saya juga menikmatinya.

Di jalan saya hampir menabrak pengemudi jalan lain. Untungnya, saya bisa mengerem mendadak. Pada saat itu aku merasakan tangan Fitri menyentuh penisku dan membuat penisku segera berdiri tegang. Namun di dalam hati saya masih bersemangat karena saya ingin kecelakaan lebih awal. Setelah berhenti sejenak dan merasa tenang kembali kami juga melanjutkan perjalanan. Dalam perjalanan saya berbincang dengan Fitri.

Maaf, Fitri, jadi itu membuatku gugup

Tidak peduli apa, yang penting kita aman tidak tertabrak

Ya, tapi aku tidak merasa baik denganmu, membuatmu kaget dan takut

Sudah dit, sekarang aku tidak khawatir lagi, dit

Oya mas, maaf aku tidak memegangnya secara tidak sengaja … hehehhe Fitri berkata sambil meringis.

Hahahaawah, jika bukan itu masalahnya, terutama jika kamu memegangnya benar-benar aku senang bahagia … haha ​​jawab aku sambil tertawa renyah.

Apa yang bisa saya lakukan, nanti, bisa menakutkan jika saya memegang burung sungguhan, hehehehe, kata Fitri sambil tertawa.

Saya memiliki sedikit sinyal, saya berkata pada diri sendiri

Ya, jika itu menakutkan, nanti saya akan meninggalkannya, jadi saya tidak akan takut dengan jawaban saya sambil tertawa lagi

Ih, dit, adit hanya bisa menjawab Fitri, mencubit tanganku

Kami masih dalam perjalanan dan tidak terasa seperti hari semakin gelap, tetapi jaraknya masih cukup jauh. Saya mempercepat laju kendaraan saya untuk segera menuju ke tempat yang kami tuju. Ketika sudah jam 8 malam, akhirnya kami tiba di tempat itu. Kemudian saya memarkir sepeda motor dan mengundang Fitri untuk mencari tempat makan, karena saya belum sempat makan. Pergilah ke kami untuk kedai makanan yang dekat dengan tujuan kami.

Setelah selesai makan, saya mengajak Fitri untuk berjalan santai, tetapi hanya beberapa langkah Fitri menepuk bahu saya.

dit, saya ingin kencing, anterin, dit

Tapi di sini jauh dari toilet Fit, kamu mau buang air kecil di toilet Fit? Saya katakan

Ya, bagaimana lagi saya bisa melakukannya, dit, saya benar-benar membiarkannya pergi, ayo berburu, membawanya, dit, untuk membersihkannya nanti, tanyakan Fitri.

Baiklah kalau begitu, mari kita cari tempat saya untuk mengambil sambil memegang tangannya

Setelah kami bergumam, saya melihat sebuah rumah kosong tidak jauh dari lokasi kami pada malam itu,

Nah, ada tempat kosong tuh Fit,kita berhenti dulu.

Setelah tiba, fitri bergegas ke belakang rumah yang kosong.

Sudah sana cepat, nanti kamu ngompol,

Aduh, dit, aku takut nih jika aku sendirian, benar-benar gelap, kata Fitri.

Ya … ya, kamu tinggal panggil saja kalau sudah.

Lalu saya mengambil ponsel saya dan menyalakan ponsel dan Fitri berkata,

Jangan mengintip, dit

Ya, tenang saja gapapa mengintip sedikit juga, hehehe jawabku bercanda.

Setelah itu Fitri segera menyelipkan celananya, pantat Fitri sangat putih dari kegelapan, aku memandangnya untuk melihat suasana yang aman atau tidak, jika aman aku akan mencoba untuk menipu Fitri malam itu juga, pikirku dalam cuuurrrrrrrr instan. suara air kencing Fitri sangat keras.

Saya melihat Fitri membuka dirinya untuk mencuci vaginanya yang sudah selesai kencing tadi. Dan tidak terasa bahwa penisku mulai mengeras. Setelah Fitri selesai membersihkan vaginanya dan ingin memakai celananya, aku memeluknya lurus dengan celana Fitri masih terbuka di bawah lututnya.

Apa yang kamu lakukan, dit, apa yang ingin kamu katakan, dit

Saya benar-benar terangsang Fit ketika saya melihat pantat kamu, boleh kan aku cium kamu

Tanpa menunggu jawaban darinya, aku langsung melumat bibirnya, pada awalnya Fitri memberontak. Tidak lama setelah aku mencium bibir Fitri, tanganku langsung bergerak ke vaginanya dan menggosokkan jari2 ku .

Aagghhhhhhhhhhhhhhhhh

Tapi aku tidak peduli, aku masih memainkan klitorisnya dan sekarang aku mulai menusukkan jari-jariku ke vagina.

Auuwwhhhh … hentikan dit, rasa sakit dari erangan itu hilang. Karena saya sangat bergairah maka saya mengguncang vagina dengan sangat cepat.

Dengan suasana redup tanpa menunggu lama setelah saya memainkan klitoris dengan jari-jari saya, saya langsung menyelipkan celana dalam dan keluar dari batang penis saya berukuran 17cm dan berdiameter 5cm. Dengan sedikit kekuatan, aku segera menurunkan tubuh Fitri dan segera menyodok vagina Fitri dengan penis besarku yang sudah keras dan akhirnya.

Shleeebbbbbb batang penisku masuk semua ke vagina Fitri.

Oooouuugghhhhh. maassss oooohhhhh pelaann … mendesah masssss Fitri menyerah tanpa perlawanan ketika aku mendorong batang penisku dari belakang.

Semakin lama saya memencet lebih cepat. Tak lama tubuh Fitri terasa seperti bergetar hebat dan,

Oooohhhhh, maasss … aku mau keluaaarr teriak Fitri, berapa lama terasa ada cairan yang menyemprotkan kemaluanku yang masih menempel di vagina Fitri.

Setelah Fitri menyerahkan semua spermanya, lalu aku menarik penisku dari vagina Fitri dan memasukkannya ke mulutnya. Saya meminta Fitri untuk menghisap penisku. Dengan posisi saya berdiri dan berjongkok Fitri. Fitripun segera menghisap penisku yang masih tegang dan tidak ada tanda-tanda ingin orgasme. Tidak sabar dengan Kuluman Fitri, aku memegangi kepala Fitri dan kemudian aku mendorong penisku ke mulut Fitri, sampai Fitri tersedak karena penisku masuk terlalu dalam. Saya melihat Fitri tersedak begitu buruk, lalu saya menarik penisku keluar dari mulutnya. Lalu aku mengambil jaketku dan meletakkan Fitri di jaketku. Saya mencoba untuk menempatkan penisku lagi di vagina Fitri.

Cleeekkcleeekkcleeekk suara kemaluanku saat memompa vagina Fitri.

Sssstthhhaahhhhh Fitri mendesah dengan baik.

Vagina Fitri masih sempit meskipun dia melahirkan satu anak. Dan itu membuat saya semakin bergairah. Sekitar 15 menit saya memompa vagina Fitri, saya merasa bahwa saya akan mencapai orgasme dan saya menarik penisku dan memasukkannya ke mulut Fitri sementara aku terus memegang penisku dan akhirnya

CrooottCroootttCrooott ada banyak sperma yang menyemprot wajah Fitri, bahkan ada beberapa sperma saya yang masuk ke mulut Fitri.

Setelah semua sperma saya habis, saya mengubah penis saya kembali ke mulut Fitri, saya ingin Fitri membersihkan sisa sperma yang masih menempel di penis saya dengan mulutnya. Fitripun menjilatnya sampai penisku bersih. lalu aku membersihkan mulut dan wajah Fitri, yang masih sisa sperma saya dengan jaringan yang dibawa Fitri. Saya memberi tahu Fitri untuk mencuci wajahnya dengan bahan-bahan yang tersisa.

Setelah menyelesaikan penyaluran keinginan Anda, kami kembali berjalan lagi sementara saya mengatakan menyesal kepada Fitri.

Maaf Fitri atas apa yang terjadi barusan, jadi aku benar-benar menyesal karena aku senang ketika aku melihatmu membuka celanamu

Tapi Fitri hanya diam saja dan tidak menjawabnya. Setelah kami puas berjalan di malam hari, dan aku melihat bahwa jam menunjukkan hampir pukul 12 malam, aku mengundang Fitri untuk mencari Motel sederhana yang dekat dengan lokasi jalan kami. Kembali ke Motel, aku menginginkan Fitri. Kali ini tempat dan suasananya yang nyaman membuat kami menikmati hubungan intim, sampai akhirnya Fitri dan aku tertidur lelap nyenyak.

Kami bangun jam 9 pagi. Segera setelah kami bangun, kami segera mandi bersama, di kamar mandi kami melakukan hubungan seks lagi sebagai seks sebelum berpisah. Dan setelah semua selesai kami akhirnya pulang ke rumah. Tapi setelah kejadian itu, Fitri dan aku menjadi lebih akrab seperti sebelumnya. Dan aku masih normal di depan Asmin seolah-olah tidak ada yang terjadi antara aku dan Fitri. Itu adalah hubungan seks terlarang yang sangat spesial dalam hidupku.

Setelah kejadian itu aku dan fitri sering melakukan hubungan intim apalagi ketika pas fitri lagi horni berat karena di tinggal suaminya merantau.