Rabu, 16 April 2025

Bercinta dengan Kakak Ipar


 


Cerita Dewasa kali ini bukan merupakan cerita seks sedarah namun cukup menarik karena dilakukan oleh adik ipar yang kurang ajar. Uhmmm menurut saya sih sebuah kewajaran, soale kakaknya yang punya istri kok malah melalaikan kewajiban. Ya maka terjadilah cerita mesum itu. Tubuhnya menegang. “Dede..” ucapnya dengan getaran kenikmatan. Aahh Kurasakan penisku didekap kuat liang Dina. “Ooouuhh,” desah nikmat Dina. Kulihat Dina mulai melemas pasrah. Melihat ini gairahku meningkat seakan tubuhnya santapanku. Nafsuku membuat milikku keluar masuk dengan cepat. Ahh, puncakku disaat penisku masih di dalam liang Dina. Aku tak dapat menahan semburanku karena nikmatnya tubuh Dina. “Ooouuhh..” desah Dina mengiringi setiap semburanku. Milikku kubiarkan tertancap terus. Sebut namaku Dede, semasa kuliah aku tinggal bersama kakakku Deni dan istrinya Dina. Aku diajak tinggal bersama mereka, karena kampusku dekat dengan rumah mereka, daripada aku kost. Usiaku dengan Kak Deni selisih 5 tahun dan Dina 2 tahun lebih tua dariku. Karena Kak Deni bertugas di kapal, ia sering jarang di rumah. Sering kulihat Dina kelihatan kesepian karena ditinggal kakakku. Kuhibur dia dan akhirnya kami sering bercanda. Lama-lama Terkesan kalau Dina lebih dekat ke aku dibanding Kak Deni. Karena Kak Deni jarang pulang akhirnya kami sering keluar jalan-jalan. Dan terkadang kami nonton bioskop berdua untuk menghilangkan rasa sepi Dina. Sering Dina dikira pacarku, tentu aku jadi bangga jalan dengannya. Seluk beluk di dirinya membuat mata terpikat dan tak lepas melirik. Keesokan harinya sepulang kuliah kulihat rumah sepi. Sesaat aku bingung ada apa dan kemana Dina. Sesaat kulihat di celah pintu kamarnya ada cahaya TV. Segera kucek apa ia ada di kamar. Kubuka pintunya, sesaat kuterdiam, terlihat di TV kamarnya adegan yang merangsang, sekilas kulihat Dina sedang terlentang dan ia kaget akan kehadiranku. “Maaf Mbak!” sahutku dengan tidak enak. Lalu kututup pintu kamar dan keluar. Sekilas teringat yang sekilas kulihat tadi. Dina sedang asyik memainkan buah dadanya yang besar dan daerahnya yang indah dengan sebagian kulit yang tak tertutup sehingga memamerkan beberapa bagian tubuhnya. Sesaat beberapa lama di dalam kamar. Rasanya kuingin menonton yang Dina tonton tadi. Lalu kusetel CD simpanan di kamarku. Tampaknya birahiku muncul melihat adegan-adegan itu, sesaat terlintas yang dilakukan Dina di kamarnya. Tubuhnya merangsang pikiranku untuk berkhayal. Akhirnya seiring adegan film aku berkhayal bercinta. Kukeluarkan penisku dan kumainkan. Sesaat aku kaget, Dina masuk ke kamarku. Rupanya aku lupa mengunci pintu. Ia terlihat terdiam melihat milikku. Wajahnya tegang dan bingung. Sesaat kami sama-sama terdiam dan bingung. “Ma.. maaf, ganggu ya,” tanya Dina dengan matanya yang menatap milikku. “Eh.. enggak Mbak, a.. ada apa Mbak,” sahutku dengan tanganku yang masih memegang milikku. “Nggak, tadi ada apa kamu kekamar?” tanya Dina dengan bingung karena kejadian ini. “Oh itu, sangkain aku rumah kosong, aku nyari Mbak,” sahutku sambil kumasukkan milikku lagi. “Kamu nonton apa?” tanya Dina lalu melihat film yang kusetel. “I.. itu.. sama

yang tadi,” sahutku dengan isyarat yang ditonton Dina di kamarnya. Dina terdiam sesaat sambil melihat film. “Maaf Mbak, boleh pinjem yang tadi nggak?” tanyaku dengan malu. “Boleh, kenapa enggak?” jawab Dina. “Mau minjem Mbak.. apa mau nonton di sini?” tawarku kepada Dina. “Sekalian aja deh, biar rame,” jawabnya. Adegan demi adegan difilm kami lewati, dan beberapa kali kami mengganti film. Kami juga berbincang dan mengobrol tentang yang berhubungan di film. Mungkin karena kami sering berdua dan bicara dari hati ke hati akhirnya kami merasakan ada kesamaan dan kecocokan. Kami tidak canggung lagi. Rasanya kami sama-sama menyukai tapi kami sadari Dina milik kakakku. Kami akhirnya biasa duduk berduaan dengan dekat. Sering dan banyak film kami tonton bersama. Kami akhirnya mulai sering melirik dan bertatapan mata. Sesaat saat film berputar tanpa kami sadari, tatapan mata kami membuat bibir kami bersentuhan. Tampaknya gairah kami sama dan tak bisa dibendung dan kami tergerak mengikuti iringan gairah dan birahi. Aku pikir ciuman tak apalah, akhirnya bibir dan lidah kami saling bersaing. Nafsu membuat kami terus berebutan air liur. Beberapa lama kami nikmati kejadian ini, kemudian kami tersadar dan berhenti. Kami hanya bisa diam dalam pelukan. Mata kami tak sanggup bertatapan. Rasanya bingung. Cukup lama kami berpelukan sampai akhirnya kami duduk biasa lagi. Kehangatan tubuh dan sikap Dina memancing birahiku. Beberapa lama kami tak bisa mengeluarkan kata-kata. Perlahan kubuai rambut panjang Dina. Tampaknya ia menyukainya. Perlahan tanganku mengelus pundaknya. Sesaat kami bertatapan lagi. Wajahnya dewasa dan cantik, kurasakan wajah yang mengharapkan sentuhan dan kehangatan. Kurasakan isyarat dari Dina untuk berciuman lagi. Tanpa basa-basi kulahap bibirnya, ahh nikmat rasanya. Bibirnya terasa lembut di bibirku. Lalu dada kami saling berhadapan. Sekilas kulihat buah dadanya yang besar. Lalu kupeluk Dina dengan maksud ingin menyentuh dan merasakan miliknya. Sesaat kurasakan miliknya di dadaku, besar, empuk dan besar. Perlahan tanganku mengelus-elus pahanya yang lembut dan halus. Sebagai penjajakan kuelus selangkangannya, tampaknya ia menikmatinya. Kurasakan tanganku ia elus sebagai tanda ia menyukainya. Tanpa menunggu aku segera meraba-raba daerah sensitifnya. Sesaat tanganku ia raih dan ia giring ke dadanya. Ahh, akhirnya kurasakan buah dada yang besar di dekapan tanganku. Sesaat kurasakan milikku didekap tangan Dina, ahh rasanya aku menikmatinya. Perlahan tangannya memainkan, nikmat rasanya. Perlahan kulepaskan tangan Dina dari milikku. Kubuka sebagian celanaku sehingga milikku menghunus tegap. Kuraih tangannya dan kuarahkan ke milikku. Sesaat tangannya mendekap milikku, ia mainkan lalu beberapa lama kemudian wajahnya menuju ke milikku dan ia hisap. Ah, lembutnya mulut Dina. Rupanya ia suka menghisap milikku. milikku keluar masuk di mulutnya secara perlahan seiring tangannya yang mengayun-ayun milikku. Perlahan kuangkat kaosnya sehingga terlihat buah dada yang tertutup bra. Kuraih kaitannya dan kulepas. Perlahan tanganku menyusup di branya lalu meraba dan meremas buah dadanya yang besar, halus dan lembut. Kurasakan putingnya yang kenyal mengeras, dadanya pun mengeras. Lalu tanganku menuju celana pendeknya dan kubuka bersama celana dalamnya. Ahh, indah tubuhnya bila tanpa pakaian dan sangat merangsang. Pinggangnya yang

ramping dan pinggul yang lumayan, kulitnya putih bersih dan mulus. Kuelus-elus bokongnya yang halus dan lembut. Pahanya kuraba lalu bulunya dan tonjolan sensitifnya. Seiring hisapannya kumainkan bibir vagina yang sudah basah perlahan jariku masuk ke liang vaginanya. Kurasakan lembut di jemariku, nikmat rasanya.”Dede.. oouuhh..” ucapnya seiring jariku yang tertancap di liangnya. Sesaat kemudian kurasakan gerakan mulut dan nafasnya tambah cepat. Kurasakan air liur Dina membasahi milikku. Cukup lama mulutnya bermain sampai ku tak tahan menahan maniku. “Mmmhh..” ucap Dina seiring semburanku di dalam mulutnya. Kurasakan mulutnya tetap menghisap milikku, lalu maniku dan terus sampai beberapa lama. Kemudian bibirnya selesai bermain. “Udah De?” sahutnya dengan isyarat apakah aku puas. Aku tersenyum melihat wajah cantiknya yang memucat dan merangsang. Rasanya milikku belum puas masuk di mulutnya. Kemudian ia terbaring dengan jariku yang masih masuk di liangnya. “Mbak yang ini belom,” sahutku dengan isyarat jariku yang keluar masuk di liangnya.”Emang kenapa?” tanyanya dengan isyarat wajah yang menanyakan apa keinginanku. Kemudian kubuat posisi bersetubuh. Kaki Dina mengangkang lebar dan terangkat seakan siap bermain. Bibir vagina yang agak merah terlihat jelas olehku. Milikku yang terhunus akhirnya menyentuh bibir vaginanya yang lembut yang sudah basah. Perlahan kumasukkan dan akhirnya hilang tertelan di liang Dina yang lembut. “Mmhh..” desah Dina dengan dagunya yang perlahan terangkat dan telapak kakinya memeluk pinggulku. Milikku keluar-masuk diliangnya dan dada Dina membusung seakan tidak kuat merasakan kenikmatan sentuhanku. “Ooouuhh.. oouuhh..” berulang desahan itu Dina keluarkan. Beberapa lama kurasakan nikmatnya tubuh Dina. Perlahan kurasakan pinggul Dina bergerak sehingga mempercepat gesekan penis dan liangnya. Sessat ia dekap tubuhku. Tubuhnya menegang. “Dede..” ucapnya dengan getaran kenikmatan. Aahh Kurasakan penisku didekap kuat liang Dina. “Ooouuhh,” desah nikmat Dina. Kulihat Dina mulai melemas pasrah. Melihat ini gairahku meningkat seakan tubuhnya santapanku. Nafsuku membuat milikku keluar masuk dengan cepat. Ahh, puncakku disaat penisku masih di dalam liang Dina. Aku tak dapat menahan semburanku karena nikmatnya tubuh Dina. “Ooouuhh..” desah Dina mengiringi setiap semburanku. Milikku kubiarkan tertancap terus. Tampaknya Dina tak menolaknya. Tubuhku belum puas menikmati tubuhnya. Terkadang tanganku menikmati dada dan putingnya. Dan beberapa kali kami berciuman lagi. Aku tak peduli walaupun bibirnya bekas milik dan maniku karena benar-benar nikmat. Sampai tenaga kami pulih, kurasakan dekapan liang Dina yang agak mengering basah lagi. Lalu kami bermain lagi. Ini terus kami lakukan sampai kami tak kuat dan tidur kelelahan. Esoknya kami tersadar dan kami mandi bersama. Tampaknya kami menyukai kejadian kemarin. Rasa bersalah hilang karena Kami rasakan kecocokan, dan kami teruskan hubungan ini. Karena kakakku jarang di rumah kami sering berdua, tidur bersama dan mandi bersama dengan sentuhan-sentuhan yang nikmat. Ini menjadi rahasia kami berdua seterusnya. sampai aku memiliki istri dan sama-sama mempunyai anak kami terus berhubungan.

Bercinta dengan ibu guru waktu kemping


 


Pada suatu liburan sekolah yang panjang, kami dari salah satu SLTA mengadakan pendakian gunung di Jawa Timur.

Rombongan terdiri dari 5 laki-laki serta 5 perempuan.

Diantara rombongan itu satu guru perempuan ( guru biologi) serta satu guru laki laki ( guru olah raga ).

Acara liburan ini sesungguhnya sangat tak didukung oleh cuaca.

Soalnya, acara kami itu diadakan pada awal musim hujan. tetapi kami tak sedikitpun gentar melawan threat cuaca itu
Ada yang sedikit mengganjal hati saya, yakni Ibu Guru Anisa ( aku memanggilnya Anisa ) orangnya populer galak serta judes itu serta anti cowok ! denger-denger dia itu lesbi. adanya yang bilang dia patah hati dari pacarnya serta sekarang sok anti cowok.

Bu Anis umurnya belum 30 tahun, sarjana, cantik, tinggi, kulit kuning langsat, full press body. sementara teman – teman cewek lainnya terdiri dari cewek-cewek bawel tetapi cantik-cantik serta periang, cowoknya, terus terang saja, semuanya bandit asmara ! diantaranya pak Martin guru olah raga kami itu
Perjalanan menuju puncak gunung, mulai dari kumpul di sekolah hingga tiba di kaki gunung di pos penjagaan I kami lalui dengan riang gembira serta mulus-mulus saja. layaknya kebiasaannya rombongan berangkat menuju ke tujuan melewati jalan setapak.

Sampai tengah hari, kami mulai memasuki kawasan yang berhutan lebat dengan satwa liarnya, yang beberapa besar terdiri dari monyet-monyet liar serta galak. Menjelang sore, sehabis rombongan istirahat sejenak buat makan serta minum, kami berangkat lagi
Kata pak Martin sejenak lagi sampai ke tujuan.

Saking lelahnya, rombongan mulai berkelompok dua-dua. Kebetulan saya berjalan paling belakang menemani si bawel Anisa serta diminta membawa bawaannya lagi, berat juga sih, sebel pula! Sebentar-sebentar minta istirahat, bahkan sampai 10 menit, lima belas menit, serta dia benar-benar kecapean serta betisnya yang putih itu mulai membengkak
Kami berangkat lagi, tetapi celaka, rombongan di depan tak nampak lagi, nah lo ?! Kami kebingungan sekali, bahkan berteriak memanggil-manggil mereka yang berjalan duluan. tidak adanya sahutan sedikitpun, yang terdengar cuma raungan monyet-monyet liar, suara burung, bahkan sesekali auman harimau.

Anisa amat ketakutan dengan auman harimau itu.

Akhirnya kami terus berjalan menuruti naluri saja. Rasa-rasanya jalan yang kami lalui itu benar, soalnya cuma adanya satu jalan setapak yang biasa dilalui orang Sial bagi kami, kabut dengan seketika turun, udara dingin serta lembab, hari mulai gelap, hujan turun rintik-rintik.


Anisa minta istirahat serta berteduh di sesuatu pohon amat besar.

Hingga hari gelap kami tersasar serta belum bertemu dengan rombongan di depan.

Akhirnya kami bikin keputusan buat bermalam di sesuatu tepian batu cadas yang sedikit layaknya goa
Hujan makin lebat serta kabut tebal sekali, udara menyengat ketulang sumsum dinginnya.

Bajuku basah kuyup, demikian juga baju Anisa.

Dia menggigil kedinginan.

Sekejap saja hari menjadi gelap gulita, dengan tiupan angin kencang yang dingin.

Kami tersesat di tengah hutan lebat Tanpa sadar Anisa saking kedinginan dia memeluk aku. “Maaf” katanya. saya diam saja, bahkan dia minta saya memeluknya erat-erat supaya hangat badannya.

Pelukan kami makin erat, seiring dengan kencangnya deras hujan yang dingin. bila saya tidak salah, hampir tiga jam lamanya hujan turun, serta hampir tiga jam kami berpelukan menahan dingin
Setelah hujan reda, kami membuka ransel masing-masing. sasaran utamanya ialah menelusuri pakaian tebal, Karena jaket kami telah basah kuyup. semua pakaian bawaan Anisa basah kuyup, saya cuma memiliki satu jaket parasut di ransel.

Anisa minta saya meminjamkan jakaetku. saya setuju. tetapi apakah yag berlangsung ? wow…Anisa dalam suasana dingin itu membuka semua pakaiannya fungsi diubah dengan yang agak kering.
Baca juga : 
Cerita Seks ABG Bercinta Di dalam Diskotik Beijing

Mulai dari jaket, T. Shirt nya, BH nya, wah saya menatap semua badan Anisa.

Dia cuek saja, payudaranya nampak samar-samar dalam gelap itu. seketika dia memelukku lagi “Dingin banget” katanya. “Terang dingin , habis kamu bugil begini” jawabku “Habis bagaimana? basah semua, tolong pakein saya jeketmu dong ?” pinta Anisa Aku memasang jaket parasut itu ketubuh Anisa.

Tanganku bersentuhan dengan payudaranya, serta saya berguman
” Maaf Nisa ?”

“Enggak apa-apa ?!”: sahutnya Hatiku jadi enggak karuan, udara yang saya rasakan dingin mendadak jadi hangat, entah apakah penyebabnya.

Anisa merangkulku, “Dingin” katanya, saya peluk saja dia erat-erat. ” Hangat bu ?” tanyaku ” iya, hangat sekali, yang kenceng dong meluknya ” pintanya.

Otomatis saya peluk erat-erat serta makin erat Aneh bin ajaib, Anisa tampak telah berkurang mengalami kedinginan malam itu, layaknya saya juga.

Dia meraba bibirku, saya reflex mencium bibir Anisa. lantas saya menghindar. “Kenapa?” tanya Anisa
” Maaf Nisa ? ” Jawabku
” tak apa-apa Rangga, kita dalam suasana layaknya ini saling membutuhkan, dengan begini kita saling bernafsu, dengan nafsu itu membangkitkan panas dalam darah kita, serta dapat kurangi rasa dingin yang menyengat Kembali kami berpelukan, berciuman, hingga dengan tidak sadar saya memegang payudaranya Anisa yang montok itu, dia diam saja, bahkan layaknya menaik nafsu birahinya.

Tangannya secara reflek merogoh celanaku kedalam hingga masuk serta memegang penisku.

Kami masih berciuman, tangan Anisa melaksanakan gerakan layaknya mengocok-ngocok ‘Peniss’ku.

Tanganku mulai merogoh ‘Ms. Veggy’nya Anisa, astaga ! dia rupanya telah melepas celana dalamnya sedari …
tadi
Karena remang-remang saya sampai tidak melihatnya. ‘Ms. Veggy’nya hangat sekali area dalamnya, bulunya lebat Anisa sepontan melepas semua pakaiannya, serta meminta saya melepas pula . saya dengan tidak basa basi lagi langsung bugil.

Kami bergumul diatas semak-semak, kami melaksanakan kaitan tubuh ditengah gelap gulita itu.

Kami saling ganti posisi, Anisa meminta saya dibawah, dia diatas. Astaga, goyangnya!! pembelajaran banget dia ? kan belum kawin ?.

” Kamu kuat ya?” bisiknya mesra ” Lumayan sayang ?!” sahutku setengah berbisik ” Biasa main dimana ?” tanyanya.

“Ada apakah sayang?” tanyaku kembali ” Akh enggak” jawabnya bersetara dengan melepas ‘Ms. Veggy’nya dari ‘Peniss’ku, serta dengan cekatan dia mengisap serta menjilati ‘Peniss’ku dengan tidak rasa jijik sedikitpun Anisa meminta supaya saya mengisap payudaranya, lantas menekan kepalaku serta menuntunnya ke arah ‘Ms. Veggy’nya. saya jilati ‘Ms. Veggy’ itu dengan tidak rasa jijik pula. seketika saja dia minta senggama lagi, lagi serta lagi, hingga saya ejakulasi Aku sempat bertanya, “Bagaimana bila kamu hamil ?”

” Don’t worry !” katanya.

Dan sehabis dia memebersihkan ‘Ms. Veggy’nya dari spermaku, dia merangkul saya lagi.

Malam makin larut, hujan telah reda, bintang-bintang di langit mulai bersinar. pada jam 12 tengah malam, bulan nampak bersinar terang benderang.

Paras Anisa tampak anggun serta cantik sekali. Kami ngobrol ngalor-ngidul, soal kondom, soal sekolah, soal nasib guru, dsb. sehabis ngobrol sekian jam, tepat jam 3 malam, Anisa minta bersetubuh denganku lagi, katanya enak sekali ‘Peniss’ku. saya makin bingung, dari mana dia tahu macam-macam rasa ‘Peniss’, dia kan belum nikah ? tak memiliki pacar ? kata orang dia lesbi
Aku menuruti permintaan Anisa. Dia menggagahi aku, lantas meminta saya melaksanakan pemanasan sex (foreplay).

Mainan Anisa bukan main hebatnya, segala gaya dia laksanakan.

 Kami tidak peduli lagi dengan dinginnya malam, gatalnya semak-semak. Kami bergumul serta bergumul lagi. Anisa meraih tanganku serta menempelkan ke payudaranya.

Lihat juga : 
Cerseks Dewasa Melayani Nafsu Pacar Dan Teman nya

Dia minta supaya saya meremas-remas payudaranya, lantas memainkan lubang ‘Ms. Veggy’nya dengan jariku, menjilati sekujur area dagu. tidak kalah pula dia mengocok-ngocok ‘Peniss’ku yang telah amat tegang itu, lantas dijilatinya, serta dimasukkannya kelubang vaginanya, serta kami saling goyang menggoyang serta hingga kami saling mencapai klimaks kenikmatan, serta terkulai lemas
Anisa minta supaya saya tidak usah lagi menyusul kelompok yang terpisah.

Esoknya kami bikin keputusan buat berkemah sendiri serta menelusuri lokasi yang tidak akan bisa jadi dijangkau mereka.

Kami menemukan tempat ditepi jurang terjal serta adanya goa kecilnya, dan adanya sungai yang bening, tetapi rimbun serta nyaman.

Romantis sekali tempat kami itu. saya serta Anisa seperti layaknya Tarzan serta pacarnya di tengah hutan.

Karena semua baju yang kami bawa basah kuyup oleh hujan Anisa cuma memakai selembar selayer yang dililitkan diseputar perut buat menutupi kemaluannya. saya telanjang bulat, pasal baju kami sedang kami jemur ditepi sungai.

Anisa dengan busana yang amat minim itu bikin saya terangsang terus, demikian pula dia. Dalam hari-hari yang kami lalui kami cuma makan mi instant serta makanan kaleng
Tepat telah tiga hari kami adanya ditempat terpencil itu. Hari terakhir, selama hari kami cuma ngobrol serta bermesraan saja.

Kami bikin keputusan besok pagi kami sesegera mungkin pulang. Di hari terakhir itu, kesmpatan kami pakai semaksimal bisa jadi. Di hari yang cerah itu, Anisa minta saya mandi bersama di sungai yang rimbun tertutup pohon-pohon besar.

Kami mandi berendam, berpelukan, lantas bersenggama lagi.

Anisa menuntun ‘Peniss’ku masuk ke ‘Ms. Veggy’nya. serta di menggoyangkan pinggulnya supaya saya merasa enak. saya demikian pula, makin menekan ‘Peniss’ku masuk kedalam ‘Ms. Veggy’nya
Di atas batu yang ceper nan besar, Anisa membaringkan diri dengan posisi menantang, dia menguakkan selangkangngannya, ‘Ms. Veggy’nya terbuka lebar, disuruhnya saya menjilati bibir ‘Ms. Veggy’nya hingga klitoris area dalam yang ngjendol itu.

Dia mengalami enak yang luar biasa, lantas disuruhnya saya memasukkan jari tengahku ke dalam lubang ‘Ms. Veggy’nya, serta menekannya dalam-dalam.

Mata Anisa merem melek kenikmatan. tidak lama setelah itu dia minta saya yang berbaring, ‘Peniss’ku di elus-elus, diciumi, dijilati, lantas diisapnya dengan memainkan lidahnya, Anisa minta supaya saya jangan ejakulasi dulu,
“Tahan ya ?” pintanya.

” Jangan dikeluarin lho ?!” pintanya lagi.

Lalu dia menghisap ‘Peniss’ku dalam-dalam. sehabis dia enggak tahan, lantas dia naik diatasku serta memasukkan ‘Peniss’ku di ‘Ms. Veggy’nya, wah, goyangnya hebat sekali, akhirnya dia yang kalah duluan.

Anisa mencubiti aku, menjambak rambutku, rupanya dia ” keluar”, serta menjerit kenikmatan, lantas saya menyusul yang “keluar” serta oh,,,,oh…oh…muncratlah. air maniku dilubang ‘Ms. Veggy’ Anisa “Jahat kamu ?!” kata Anisa seraya menatapku manja serta memukuli saya pelan serta mesra. saya tersenyum saja. ” Jahat kamu Rangga, saya kalah terus setara kamu ” Ujarnya lagi.

Kami sama-sama terkulai lemas diatas batu itu Esoknya kami telah berangkat dari tempat yang tidak akan terlupakan itu. Kami memadu janji, jikalau suatu saat nanti kami akan kembali ke tempat itu.

Kami pulang dengan mengambil jalan ke desa terdekat serta pergi ke kota terdekat supaya tak bertemu dengan rombongan yang terpisah itu. Dari kota kecil itu kami pulang ke kota kami dengan menyewa Taxi, selama jalan kami berpelukan terus di dalam Taxi. tidak sedikitpun masa yang kami sia-siakan. Anisa …
menciumi pipiku, bibirku, lantas membisikkan kata

” saya suka kamu ” saya juga membalasnya dengan kalimat intim yang tidak kalah indahnya.

Dalam dua pukul trip itu, tangan serta jari-jari Anisa tidak henti-hentinya merogoh celana dalamku, serta memegangi ‘Peniss’ku.

Dia tahu saya ejakulasi di dalam celana, bahkan Anisa tetap mengocok-ngocoknya. saya terus memeluk dia, pak Supir tidak ku ijinkan menoleh kami kebelakang, dia setuju saja. telah tiga kali saya ” keluar” pasal tangan Anisa senantiasa memainkan ‘Peniss’ku selama trip di Taxi itu ” saya lemas sayang ?!” bisikku mesra
” Biarin !” Bisiknya intim sekali. ” saya suka kok !” Bisiknya lagi Tidak mau ketinggalan saya merogoh celana olah raga yang digunakan Anisa.

Astaga, dia tak pakai celana dalam.

Ketika jari-jari tanganku menyolok ‘Ms. Veggy’nya, dia tersenyum, bulunya ku tarik-tarik, dia meringis, serta apakah yang berlangsung ? astaga lagi, Anisa telah ‘keluar’ banyak, ‘Ms. Veggy’nya basah oleh serupa dengan lendir, rupanya nafsunya tinggi sekali, becek banget.

Tangan kami sama-sama basah oleh cairan kemaluan
Ketika sampai di rumah Anisa, saya disuruhnya langsung pulang, enggak nikmat setara tetangga katanya. Dia menyodorkan uang dua lembar lima puluh ribuan, saya menolaknya, biar saya saja yang membayar Taxi itu. lantas saya pulangHari-hari. berikutnya di sekolah, hubunganku dengan Anisa guru biologiku, nampak wajar-wajar saja dari luar. tetapi adanya satu temanku yang curiga, demikian para guru.

Hari-hari selanjutnya senantiasa bertemu ditempat-tempat khusus layaknya hotel diluar kota, di pantai, bahkan pernah dalam suatu liburan kami ke Bali sepanjang 12 hari Ketika saya telah menangani studiku di SLTA, Anisa minta supaya saya tidak mengabaikan kenangan yang pernah kami ukir. saya diajaknya ke sesuatu Hotel disebuah kota, yah layaknya perpisahan. pasal saya sesegera mungkin melanjutkan kuliah di Australia, menyusul kakakku. Alangkah sedihnya Anisa malam itu, dia nampak cantik, lembut serta mesra. tidak rela rasanya saya kehilangan Anisa.

Kujelaskan semuanya, meski kita beda umur yang cukup mencolok, tetapi saya mau menikah dengannya.

Anisa membagikan cincin bermata berlian yang dipakainya kepada aku. saya membagikan kalung emas bermata zamrud kepada Anisa. Cincin Anisa cuma dapat melingkar di kelingkingku, kalungku langsung dipakainya, sehabis dikecupinya.

Anisa berencana berhenti menjadi guru, “sakit rasanya” ujarnya kalau terus menjadi guru, pasal kehilangan aku.

Anisa akan melanjutkan S2 nya di USA, pasal keluarganya adanya disana. sehabis itu kami berpisah hingga sekian tahun, dengan tidak kontak lagi
Pada suatu saat, adanya surat undangan pernikahan datang ke Apartemenku, datangnya dari Dra. Anisa Maharani, MSC.

Rupanya benar dia menangani S2 nyaAku. terbang ke Jakarta, pasal resepsi itu diadakan di Jakarta disebuah hotel bintang lima. saya datang bersama kakakku Rina serta Papa.

Di pesta itu, ketika saya datang, Anisa tidak tahan menahan emosinya, dia menghampiriku ditengah kerumunan orang banya itu serta memelukku erat-erat, lantas menangis sejadi-jadinya

“Aku rindu kamu Rangga kekasihku, saya sayang kamu, sekian tahun saya kehilangan kamu, andai saja laki-laki disampingku dipelaminan itu ialah kamu, alangkah bahagianya saya ”

Kata Anisa lirih serta pelan bersetara dengan memelukku.
Kamu jadi pandangan para hadirin, Rina serta Papa saling tatap kebingungan.

Ku usap airmata tulus Anisa. Kujelaskan saya telah selesai S1 serta akan melanjutkan S2 di USA, serta saya berjanji akan membangun pemeriksaan labor yang kuberi nama pemeriksaan labor “Anisa”.

Dia setuju serta masih menenteskan air mata.

Setelah saya diperkenalkan dengan suaminya, saya minta pamit buat pulang, akupun tidak tahan dengan suasana yang mengharukan ini. sehabis lima tahun tidak adanya khabar lagi dari dia, saya telah menikah serta memiliki anak perempuan yang kuberi nama Anisa Maharani, persis nama Anisa.

Ku kabari Anisa serta dia datang kerumahku di Bandung, dia juga membawa putranya yang dikasi nama Rangga, hanya Rangga lain hal umur tiga tahun dengan Anisa putriku. saya masih mengalami getaran-getaran aneh di hatiku, tatapan Anisa masih menantang serta panas, senyumnya masih menggoda.

 

Aku Bercinta Dengan Adik Iparku


 


Sebut saja namaku Andy, umur 35 tahun sepadan dengan umur istriku tercinta . Kami telah berkeluarga dengan dikarunia 2 orang anak. Istriku adalah anak ke 2 dari empat saudara yang kebetulan semuanya wanita dan semuanya telah menikah serta dikarunia putra-putri yang relatif masih kecil. Dengan saudara-saudara istriku, aku cukup dekat dengan Siska kurang lebih berumur 32 tahun

Keakraban hubunganku ini bermula dari seringnya kami saling bertelepon dan makan siang bersama pada saat jam kantor (tentunya kami saling menjaga rahasia ini). Topik pembicaraan kami biasanya berkisar mengenai soal pekerjaan, rumah tangga dan juga kadangkala masalah seks masing-masing.

Perlu diketahui disini istriku sangat ketinggalan jaman mengenai masalah seks, sedangkan Siska sangat menyukai variasi dalam hal berhubungan seks. Siska juga sangat open minded kalau berbicara mengenai seks, dikeluarga istriku dia emang anak yang cuek, modern, cantik dan paling sensual. Sebagai deskripsi tinggi Siska kurang lebih 165 cm, kulit putih mulus, hidung mancung, bibir agak sedikit kelihatan basah serta ukuran dada 34 a.

Keakraban ini dimulai sejak tahun 2014 dan berlangsung cukup lama dan pada tahun 2015 sekitar Juni, pembicaraan kami lebih banyak mengarah kepada masalah rumah tangga, dimana dia cerita tentang suaminya yang jarang sekali memperlihatkan perhatian, tanggung jawab kepada dia dan anak-anak, bahkan dalam soal mencari nafkahpun Siska lebih banyak menghasilkan daripada suaminya ditambah lagi sang suami terlalu banyak mulut alias cerewet dan bertingkah polah bak orang kaya saja.

Menurut saya kehidupan ekonomi keluarga Siska memang agak prihatin walaupun tidak dapat dikatakan kekurangan, tetapi boleh dikatakan Siskalah yang membanting tulang untuk menghidupi keluarganya. Disamping itu sang suami dengan lenggang keluyuran dengan teman-temannya baik pada hari biasa maupun hari minggu dan Siska pernah mengatakan kepada saya bahwa lebih baik suaminya pergi keluar daripada di rumah, karena kalau dia dirumah pusing sekali mendengarkan kecerewetannya.

Saya menasihati dia agar sabar dan tabah menghadapi masalah ini, karena saya seringkali juga menghadapi masalah yang kurang lebih sama dengannya hanya saja penekanannnya berbeda dengan kakaknya.

Istri saya seringkali ngambek yang tidak jelas sebabnya dan bilamana itu terjadi seringkali saya tidak diajak berbicara lama sekali. Akhirnya Siska juga menceritakan keluhannya tentang masalah seks dengan suaminya, dimana sang suami selalu minta jatah naik ranjang 2-3 kali dalam semingggu, tetapi Siska dapat dikatakan hampir tidak pernah merasakan apa yang namanya orgasme/climax sejak menikah sampai sekarang, karena sang suami lebih mementingkan kuantitas hubungan seks ketimbang kualitas.

Siska juga menambahkan sang suami sangat kaku dan tidak pernah mau belajar mengenai apa yang namanya foreplay, walaupun sudah sering saya pinjami xxx film, jadi prinsip suaminya langsung colok dan selesai dan hal itupun berlangsung tidak sampai 10 menit. Siska lalu bertanya kepada saya, bagaimana hubungan saya dengan kakaknya dalam hal hubungan seks, saya katakan kakak kamu kuno sekali dan selalu ingin hubungan seks itu diselesaikan secepat mungkin, terbalik ya kata Siska.

Suatu hari Siska adik ipar yang menggoda kelakianku telepon saya memberitahukan bahwa dia harus pergi ke Bali ada penugasan dari kantornya, dia menanyakan kepada saya apakah ada rencana ke Bali juga, karena dia tahu kantor tempat saya bekerja punya juga proyek industri di Bali, pada awalnya saya agak tidak berminat untuk pergi ke Bali, soalnya memang tidak ada jadwal saya pergi ke sana.

Namun dengan pertimbangan kasihan juga kalau dia seorang wanita pergi sendirian ditambah lagi ‘ kan dia adik istri saya jadi tidak akan ada apa-apa, akhirnya saya mengiyakan untuk pergi dengan Siska adik ipar yang menggoda kelakianku.

Pada hari yang ditentukan kita pergi ke Bali berangkat dari Jakarta 09.50, pada saat tiba di Bali kami langsung menuju Hotel Four Season di kawasan Jimbaran, hotel ini sangat bernuansa alam dan sangat romantis sekali lingkungannya, pada saat menuju reception desk saya langsung menanyakan reservasi atas nama saya dan petugas langsung memberikan saya 2 kunci bungalow,

pada saat itu Siska bertanya kepada saya, oh dua ya kuncinya, saya bilang iya, soalnya saya takut lupa kalau berdekatan dengan wanita apalagi ini di hotel, dia menambahkan ngapain bayar mahal-mahal satu bungalow saja ‘kan kita juga saudara pasti engga akan terjadi apa-apa kok , lalu akhirnya saya membatalkan kunci yang satu lagi, jadi kita berdua share 1 bungalow.

Saat menuju bungalow kami diantar dengan buggie car (kendaraan yang sering dipakai di lapangan golf) mengingat jarak antara reception dengan bungalow agak jauh, didalam kendaraan ini saya melihat wajah Siska , ya ampun cantik sekali dan hati saya mulai bergejolak , sesekali dia melemparkan senyumnya kepada saya, pikiran saya, dasar suaminya tidak tahu diuntung sudah dapat istri cantik dan penuh perhatian masih disia-siakan.

Di dalam bungalow kami merapikan barang dan pakaian kami saya menyiapkan bahan meeting untuk besok sementara dia juga mempersiapkan bahan presentasi , pada saat saya ingin menggantungkan jas saya tanpa sengaja tangan saya menyentuh buah dadanya karena sama-sama ingin menggantungkan baju masing-masing, saya langsung bilang sorry ya Sis betul saya tidak sengaja, dia bilang udah engga apa-apa anggap aja kamu dapat rejeki…. wow wajahnya memerah tambah cantik dia.

Lalu kita nonton tv bareng filmya up close and personal, pada saat ada adegan ranjang saya bilang sama Siska wah kalo begini terus saya bisa enggak tahan nih, lalu saya berniat beranjak dari ranjang mau keluar kamar (kita nonton sambil setengah tiduran di ranjang), dia langsung bilang mau kemana sini aja, engga usah takut deh sambil menarik tangan saya lembut sekali seakan memohon agar tetap disisinya… ..selanjutnya kita cerita dan berandai-andai kalau dulu kita sudah saling ketemu…dan kalau kita berdua menikah dan sebagainya.. …

Saya memberanikan diri bicara, Sis kamu koq cantik dan anggun sih, Siska menyahut nah kan mulai keluar rayuan gombalnya, sungguh koq sih saya engga bohong, saya pegang tangannya sambil mengelusnya, oww geli banget , Andry come on nanti saya bisa lupa nih kalo kamu adalah suami kakak saya….biarin aja kata saya.

Perlahan tapi pasti tangan saya mulai merayap ke pundaknya terus membelai rambutnya tanpa disangka dia juga mulai sedikit memeluk saya sambil membelai kepala dan rambut saya…..akhirnya saya kecup keningnya dia bilang Andry kamu sungguh gentle sekali…uh indahnya kalau dulu kita bisa menikah saya bilang abis kamunya sih udah punya pacar…..berlanjut saya kecup juga bibirnya yang sensual dia juga membalas kecupan saya dengan agresif sekali dan saya memakluminya karena saya yakin dia tidak pernah diperlakukan sehalus ini….

kami berciuman cukup lama dan saya dengar nada nafasnya mulai tidak beraturan, tangan saya mulai merambat ke daerah sekitar buah dadanya…dia sedikit kaget dan menarik diri walaupun mulut kami masih terus saling bertempur… ..

Kali ini saya masukkan tangan saya langsung ke balik bhnya dia menggelinjang saya mainkan putingnya yang sudah mulai mengeras dan perlahan saya buka kancing bajunya dengan tangan saya yang kanan, setelah terbuka saya lepas bhnya wow betapa indah buah dadanya ukurannya kurang lebih mirip dengan istri saya namun putingnya masih berwarna merah muda mungkin karena dia tidak pernah menyusui putranya,

Siska terhenyak sesaat sambil ngomong, Andry koq jadi begini….Sis saya suka ama kamu, terus dia menarik diri…saya tidak mau berhenti dan melepaskan kesempatan ini langsung saya samber lagi buah dadanya kali ini dengan menggunakan lidah saya sapu bersih buah dada beserta putingnya…

Siska hanya mendesah-desah sambil tangannya mengusap-ngusap kepala saya dan saya rasakan tubuhnya semakin menggelinjang kegelian dan keringat mulai mengucur dari badannya yang harum dan putih halus….

Lidah saya masih bermain diputingnya sambil menyedot-nyedot halus dia semakin menggelinjang dan langsung membuka baju saya pada saat itu saya juga membuka kancing roknya dan terlihat paha yang putih mulus nan merangsang, kita sekarang masing-masing tinggal ber cd saja, tangan dia mulai membelai pundak dan badan saya, sementara itu lidah saya mulai turun ke arah pangkah paha dia semakin menggelinjang, ow andry enak dan geli sekali ….. perlahan saya turunkan cdnya, dia bilang andry jangan bilang sama siapa-siapa ya terutama kakak saya….saya bilang emang saya gila kali, pake bilang-bilang kalo kita ……….

setelah cdnya saya turunkan saya berusaha untuk menjilat kelentitnya yang berwarna merah menantang pada awalnya dia tidak mau, katanya saya belum pernah ……, nah sekarang saatnya kamu mulai mencoba lidah saya langsung menari-nari di kelentitnya dia meraung keras….oohhhhhhhh………..andry ………enaaaaaaaa aaakkkkkkkkkkk sekali…..saya …saya enggak pernah merasakan ini sebelumnya kamu pintar sekali sih……… ..terus saya jilat kelentit dan lubang vaginanya… ..

tidak berapa lama kemudian dia menjerit…. .auuuuuuuuwwww saya keluar andry oooooooooooohhhhhhh hhenak sekali…..dia bangkit lalu menarik dengan keras cd saya ….langsung dia samber kontol saya dan dilumatnya secara hot dan agresif sekali…..oh nikmatnya… .

Terus terang istri saya tidak pernah mau melakukan oral sex dengan saya……dia terus memainkan lidahnya dengan lincah sementara tangan saya memainkan puting dan kelentitnya. …tiba-tiba dia mengisap kontol saya keras sekali ternyata dia orgasme lagi…….. dia lepaskan kontol saya, andry ayo dong masukin ke sini sambil menunjuk lobangnya …..perlahan saya tuntun kontol saya masuk ke memeknya…. ..

dia terpejam saat kontol saya masuk ke dalam memeknya sambil dia tiduran dan mendesah-desah. …….ohhhhhhhh andry biasanya suami saya sudah selesai dan saya belum merasakan apa-apa, tapi kini saya udah dua kali keluar, kamu baru saja mulai…..waktu itu kami bercinta udah kurang lebih 30 menit sejak dari awal kita bercumbu…. ………

Sekarang saya angkat ke dua kakinya ke atas lalu ditekuk, sehingga penetrasi dapat lebih dalam lagi sambil saya sodok keluar masuk memeknya…. dia terpejam dan terus menggelinjang dan bertambah liar dan saya tidak pernah menyangka orang seperti Siska yang lemah lembuh ternyata bisa liar di ranjang, dia menggelinjang terus tak keruan…… .

uhhhhhhh andry saya keluar lagi…..saya angkat perlahan kontol saya dan kita berganti posisi duduk , terus dia yang kini mengontrol jalannya permainan ,…dia mendesah sambil terus menyebut ohh andry….ohhh andry dia naik turun makin lama makin kencang sambil sekali-kali menggoyangkan pantatnya… ….tangannya memegang pundak saya keras sekali..iiiiiiiiiii hhhhhhhhhhhh uuuuuuuuuhhhhhhhhhh hhhh andry saya keluar lagi ……..kamu koq kuat sekali…… .

come on andry keluarin dong saya udah engga tahan nih,,,,,,,, biar aja kata saya…..saya mau bikin kamu keluar terus , kan kamu bilang sama saya , kamu engga pernah orgasme sama suami kamu sekarang saya bikin kamu orgasme terus……. .iya sih tapi ini betul-betul luar biasa andry,…… ohhhhhhh hhhh betapa bahagianya saya kalau bisa setiap hari begini sama kamu……ayo jangan ngaco ah mana mungkin lagi, kata saya…

Saya bilang sekarang saya mau cobain doggy style, apa tuh katanya, ya ampun kamu engga tau, engga tuh katanya, lalu saya pandu dia untuk menungging dan perlahan saya masukkan kontol saya ke memeknya yang sudah banjir karena keluar terus, pada saat kontol saya sudah masuk sempurna mulailah saya tusuk keluar masuk dan goyangin makin lama makin kencang…..

dia berteriak dan menggelinjang dan mengguncangkan tubuhnya…. ….andry. …….aaaaaaaam mmmmmmmmmpuuuuuu uuuuuuunnnn dehhhhhhhhhhhhhhhhh hhhh saya keluar lagi nih dan waktu itu saya juga udah mau keluar…… saya bilang nanti kalau saya keluar maunya di mulut Siska, ah jangan Siska belum pernah dan kayaknya jijik deh… cobain dulu ya…..akhirnya dia mengangguk.. …

Tiba saatnya saya sudah mau orgasme saya cabut kontol saya dan sembari dia jongkok saya arahkan kepala kontol saya ke mulutnya sambil tangan dia mengocok-ngocok kontol saya dengan sangat bernafsu…. ..sis…. … …..udah mau keluar langsung kontol saya dimasukkan ke dalam mulutnya engga lama lagi…..

creetttttt tt creeeeeeeettttttttt ttt crettttttttttttttt creeeeeeeeetttttttt ttttt, penuhlah mulut dia dengan sperma saya sampai berceceran ke luar mulut dan jatuh di pipi dan buah dadanya.. dia terus menjilati kontol saya sampai semua sperma saya kering saya tanya gimana sis enak enggak rasanya dia bilang not bad…… kita berdua tertidur sampai akhirnya kita bangun jam 21.30……

Siska mengecup halus bibir saya………Andry, thanks a lot ……saya benar-benar puas sama apa yang kamu berikan kepada saya, walaupun ini hanya sekali saja pernah terjadi dalam hidup saya…