Rabu, 16 April 2025

Aku Bercinta Dengan Adik Iparku


 


Sebut saja namaku Andy, umur 35 tahun sepadan dengan umur istriku tercinta . Kami telah berkeluarga dengan dikarunia 2 orang anak. Istriku adalah anak ke 2 dari empat saudara yang kebetulan semuanya wanita dan semuanya telah menikah serta dikarunia putra-putri yang relatif masih kecil. Dengan saudara-saudara istriku, aku cukup dekat dengan Siska kurang lebih berumur 32 tahun

Keakraban hubunganku ini bermula dari seringnya kami saling bertelepon dan makan siang bersama pada saat jam kantor (tentunya kami saling menjaga rahasia ini). Topik pembicaraan kami biasanya berkisar mengenai soal pekerjaan, rumah tangga dan juga kadangkala masalah seks masing-masing.

Perlu diketahui disini istriku sangat ketinggalan jaman mengenai masalah seks, sedangkan Siska sangat menyukai variasi dalam hal berhubungan seks. Siska juga sangat open minded kalau berbicara mengenai seks, dikeluarga istriku dia emang anak yang cuek, modern, cantik dan paling sensual. Sebagai deskripsi tinggi Siska kurang lebih 165 cm, kulit putih mulus, hidung mancung, bibir agak sedikit kelihatan basah serta ukuran dada 34 a.

Keakraban ini dimulai sejak tahun 2014 dan berlangsung cukup lama dan pada tahun 2015 sekitar Juni, pembicaraan kami lebih banyak mengarah kepada masalah rumah tangga, dimana dia cerita tentang suaminya yang jarang sekali memperlihatkan perhatian, tanggung jawab kepada dia dan anak-anak, bahkan dalam soal mencari nafkahpun Siska lebih banyak menghasilkan daripada suaminya ditambah lagi sang suami terlalu banyak mulut alias cerewet dan bertingkah polah bak orang kaya saja.

Menurut saya kehidupan ekonomi keluarga Siska memang agak prihatin walaupun tidak dapat dikatakan kekurangan, tetapi boleh dikatakan Siskalah yang membanting tulang untuk menghidupi keluarganya. Disamping itu sang suami dengan lenggang keluyuran dengan teman-temannya baik pada hari biasa maupun hari minggu dan Siska pernah mengatakan kepada saya bahwa lebih baik suaminya pergi keluar daripada di rumah, karena kalau dia dirumah pusing sekali mendengarkan kecerewetannya.

Saya menasihati dia agar sabar dan tabah menghadapi masalah ini, karena saya seringkali juga menghadapi masalah yang kurang lebih sama dengannya hanya saja penekanannnya berbeda dengan kakaknya.

Istri saya seringkali ngambek yang tidak jelas sebabnya dan bilamana itu terjadi seringkali saya tidak diajak berbicara lama sekali. Akhirnya Siska juga menceritakan keluhannya tentang masalah seks dengan suaminya, dimana sang suami selalu minta jatah naik ranjang 2-3 kali dalam semingggu, tetapi Siska dapat dikatakan hampir tidak pernah merasakan apa yang namanya orgasme/climax sejak menikah sampai sekarang, karena sang suami lebih mementingkan kuantitas hubungan seks ketimbang kualitas.

Siska juga menambahkan sang suami sangat kaku dan tidak pernah mau belajar mengenai apa yang namanya foreplay, walaupun sudah sering saya pinjami xxx film, jadi prinsip suaminya langsung colok dan selesai dan hal itupun berlangsung tidak sampai 10 menit. Siska lalu bertanya kepada saya, bagaimana hubungan saya dengan kakaknya dalam hal hubungan seks, saya katakan kakak kamu kuno sekali dan selalu ingin hubungan seks itu diselesaikan secepat mungkin, terbalik ya kata Siska.

Suatu hari Siska adik ipar yang menggoda kelakianku telepon saya memberitahukan bahwa dia harus pergi ke Bali ada penugasan dari kantornya, dia menanyakan kepada saya apakah ada rencana ke Bali juga, karena dia tahu kantor tempat saya bekerja punya juga proyek industri di Bali, pada awalnya saya agak tidak berminat untuk pergi ke Bali, soalnya memang tidak ada jadwal saya pergi ke sana.

Namun dengan pertimbangan kasihan juga kalau dia seorang wanita pergi sendirian ditambah lagi ‘ kan dia adik istri saya jadi tidak akan ada apa-apa, akhirnya saya mengiyakan untuk pergi dengan Siska adik ipar yang menggoda kelakianku.

Pada hari yang ditentukan kita pergi ke Bali berangkat dari Jakarta 09.50, pada saat tiba di Bali kami langsung menuju Hotel Four Season di kawasan Jimbaran, hotel ini sangat bernuansa alam dan sangat romantis sekali lingkungannya, pada saat menuju reception desk saya langsung menanyakan reservasi atas nama saya dan petugas langsung memberikan saya 2 kunci bungalow,

pada saat itu Siska bertanya kepada saya, oh dua ya kuncinya, saya bilang iya, soalnya saya takut lupa kalau berdekatan dengan wanita apalagi ini di hotel, dia menambahkan ngapain bayar mahal-mahal satu bungalow saja ‘kan kita juga saudara pasti engga akan terjadi apa-apa kok , lalu akhirnya saya membatalkan kunci yang satu lagi, jadi kita berdua share 1 bungalow.

Saat menuju bungalow kami diantar dengan buggie car (kendaraan yang sering dipakai di lapangan golf) mengingat jarak antara reception dengan bungalow agak jauh, didalam kendaraan ini saya melihat wajah Siska , ya ampun cantik sekali dan hati saya mulai bergejolak , sesekali dia melemparkan senyumnya kepada saya, pikiran saya, dasar suaminya tidak tahu diuntung sudah dapat istri cantik dan penuh perhatian masih disia-siakan.

Di dalam bungalow kami merapikan barang dan pakaian kami saya menyiapkan bahan meeting untuk besok sementara dia juga mempersiapkan bahan presentasi , pada saat saya ingin menggantungkan jas saya tanpa sengaja tangan saya menyentuh buah dadanya karena sama-sama ingin menggantungkan baju masing-masing, saya langsung bilang sorry ya Sis betul saya tidak sengaja, dia bilang udah engga apa-apa anggap aja kamu dapat rejeki…. wow wajahnya memerah tambah cantik dia.

Lalu kita nonton tv bareng filmya up close and personal, pada saat ada adegan ranjang saya bilang sama Siska wah kalo begini terus saya bisa enggak tahan nih, lalu saya berniat beranjak dari ranjang mau keluar kamar (kita nonton sambil setengah tiduran di ranjang), dia langsung bilang mau kemana sini aja, engga usah takut deh sambil menarik tangan saya lembut sekali seakan memohon agar tetap disisinya… ..selanjutnya kita cerita dan berandai-andai kalau dulu kita sudah saling ketemu…dan kalau kita berdua menikah dan sebagainya.. …

Saya memberanikan diri bicara, Sis kamu koq cantik dan anggun sih, Siska menyahut nah kan mulai keluar rayuan gombalnya, sungguh koq sih saya engga bohong, saya pegang tangannya sambil mengelusnya, oww geli banget , Andry come on nanti saya bisa lupa nih kalo kamu adalah suami kakak saya….biarin aja kata saya.

Perlahan tapi pasti tangan saya mulai merayap ke pundaknya terus membelai rambutnya tanpa disangka dia juga mulai sedikit memeluk saya sambil membelai kepala dan rambut saya…..akhirnya saya kecup keningnya dia bilang Andry kamu sungguh gentle sekali…uh indahnya kalau dulu kita bisa menikah saya bilang abis kamunya sih udah punya pacar…..berlanjut saya kecup juga bibirnya yang sensual dia juga membalas kecupan saya dengan agresif sekali dan saya memakluminya karena saya yakin dia tidak pernah diperlakukan sehalus ini….

kami berciuman cukup lama dan saya dengar nada nafasnya mulai tidak beraturan, tangan saya mulai merambat ke daerah sekitar buah dadanya…dia sedikit kaget dan menarik diri walaupun mulut kami masih terus saling bertempur… ..

Kali ini saya masukkan tangan saya langsung ke balik bhnya dia menggelinjang saya mainkan putingnya yang sudah mulai mengeras dan perlahan saya buka kancing bajunya dengan tangan saya yang kanan, setelah terbuka saya lepas bhnya wow betapa indah buah dadanya ukurannya kurang lebih mirip dengan istri saya namun putingnya masih berwarna merah muda mungkin karena dia tidak pernah menyusui putranya,

Siska terhenyak sesaat sambil ngomong, Andry koq jadi begini….Sis saya suka ama kamu, terus dia menarik diri…saya tidak mau berhenti dan melepaskan kesempatan ini langsung saya samber lagi buah dadanya kali ini dengan menggunakan lidah saya sapu bersih buah dada beserta putingnya…

Siska hanya mendesah-desah sambil tangannya mengusap-ngusap kepala saya dan saya rasakan tubuhnya semakin menggelinjang kegelian dan keringat mulai mengucur dari badannya yang harum dan putih halus….

Lidah saya masih bermain diputingnya sambil menyedot-nyedot halus dia semakin menggelinjang dan langsung membuka baju saya pada saat itu saya juga membuka kancing roknya dan terlihat paha yang putih mulus nan merangsang, kita sekarang masing-masing tinggal ber cd saja, tangan dia mulai membelai pundak dan badan saya, sementara itu lidah saya mulai turun ke arah pangkah paha dia semakin menggelinjang, ow andry enak dan geli sekali ….. perlahan saya turunkan cdnya, dia bilang andry jangan bilang sama siapa-siapa ya terutama kakak saya….saya bilang emang saya gila kali, pake bilang-bilang kalo kita ……….

setelah cdnya saya turunkan saya berusaha untuk menjilat kelentitnya yang berwarna merah menantang pada awalnya dia tidak mau, katanya saya belum pernah ……, nah sekarang saatnya kamu mulai mencoba lidah saya langsung menari-nari di kelentitnya dia meraung keras….oohhhhhhhh………..andry ………enaaaaaaaa aaakkkkkkkkkkk sekali…..saya …saya enggak pernah merasakan ini sebelumnya kamu pintar sekali sih……… ..terus saya jilat kelentit dan lubang vaginanya… ..

tidak berapa lama kemudian dia menjerit…. .auuuuuuuuwwww saya keluar andry oooooooooooohhhhhhh hhenak sekali…..dia bangkit lalu menarik dengan keras cd saya ….langsung dia samber kontol saya dan dilumatnya secara hot dan agresif sekali…..oh nikmatnya… .

Terus terang istri saya tidak pernah mau melakukan oral sex dengan saya……dia terus memainkan lidahnya dengan lincah sementara tangan saya memainkan puting dan kelentitnya. …tiba-tiba dia mengisap kontol saya keras sekali ternyata dia orgasme lagi…….. dia lepaskan kontol saya, andry ayo dong masukin ke sini sambil menunjuk lobangnya …..perlahan saya tuntun kontol saya masuk ke memeknya…. ..

dia terpejam saat kontol saya masuk ke dalam memeknya sambil dia tiduran dan mendesah-desah. …….ohhhhhhhh andry biasanya suami saya sudah selesai dan saya belum merasakan apa-apa, tapi kini saya udah dua kali keluar, kamu baru saja mulai…..waktu itu kami bercinta udah kurang lebih 30 menit sejak dari awal kita bercumbu…. ………

Sekarang saya angkat ke dua kakinya ke atas lalu ditekuk, sehingga penetrasi dapat lebih dalam lagi sambil saya sodok keluar masuk memeknya…. dia terpejam dan terus menggelinjang dan bertambah liar dan saya tidak pernah menyangka orang seperti Siska yang lemah lembuh ternyata bisa liar di ranjang, dia menggelinjang terus tak keruan…… .

uhhhhhhh andry saya keluar lagi…..saya angkat perlahan kontol saya dan kita berganti posisi duduk , terus dia yang kini mengontrol jalannya permainan ,…dia mendesah sambil terus menyebut ohh andry….ohhh andry dia naik turun makin lama makin kencang sambil sekali-kali menggoyangkan pantatnya… ….tangannya memegang pundak saya keras sekali..iiiiiiiiiii hhhhhhhhhhhh uuuuuuuuuhhhhhhhhhh hhhh andry saya keluar lagi ……..kamu koq kuat sekali…… .

come on andry keluarin dong saya udah engga tahan nih,,,,,,,, biar aja kata saya…..saya mau bikin kamu keluar terus , kan kamu bilang sama saya , kamu engga pernah orgasme sama suami kamu sekarang saya bikin kamu orgasme terus……. .iya sih tapi ini betul-betul luar biasa andry,…… ohhhhhhh hhhh betapa bahagianya saya kalau bisa setiap hari begini sama kamu……ayo jangan ngaco ah mana mungkin lagi, kata saya…

Saya bilang sekarang saya mau cobain doggy style, apa tuh katanya, ya ampun kamu engga tau, engga tuh katanya, lalu saya pandu dia untuk menungging dan perlahan saya masukkan kontol saya ke memeknya yang sudah banjir karena keluar terus, pada saat kontol saya sudah masuk sempurna mulailah saya tusuk keluar masuk dan goyangin makin lama makin kencang…..

dia berteriak dan menggelinjang dan mengguncangkan tubuhnya…. ….andry. …….aaaaaaaam mmmmmmmmmpuuuuuu uuuuuuunnnn dehhhhhhhhhhhhhhhhh hhhh saya keluar lagi nih dan waktu itu saya juga udah mau keluar…… saya bilang nanti kalau saya keluar maunya di mulut Siska, ah jangan Siska belum pernah dan kayaknya jijik deh… cobain dulu ya…..akhirnya dia mengangguk.. …

Tiba saatnya saya sudah mau orgasme saya cabut kontol saya dan sembari dia jongkok saya arahkan kepala kontol saya ke mulutnya sambil tangan dia mengocok-ngocok kontol saya dengan sangat bernafsu…. ..sis…. … …..udah mau keluar langsung kontol saya dimasukkan ke dalam mulutnya engga lama lagi…..

creetttttt tt creeeeeeeettttttttt ttt crettttttttttttttt creeeeeeeeetttttttt ttttt, penuhlah mulut dia dengan sperma saya sampai berceceran ke luar mulut dan jatuh di pipi dan buah dadanya.. dia terus menjilati kontol saya sampai semua sperma saya kering saya tanya gimana sis enak enggak rasanya dia bilang not bad…… kita berdua tertidur sampai akhirnya kita bangun jam 21.30……

Siska mengecup halus bibir saya………Andry, thanks a lot ……saya benar-benar puas sama apa yang kamu berikan kepada saya, walaupun ini hanya sekali saja pernah terjadi dalam hidup saya…

 

Minggu, 24 November 2024

Istri tetangga yang menggoda


 

Panggil saja namaku Erik, aku sudah mempunyai istri yang bernama Hesti. Setahun kami menikah kami masih belum dikasih momogan, mungkin juga disebabkan karena kesibukan kita masing-masing jadi kita sedikit menyisihkan urusan tentang momongan. Namun dibalik kita yang belum mempunyai momongan, hubungan keluargaku tetap saja harmonis. Namun untuk urusan sex, sekarang aku jarang mendapatkan servis yang memuaskan dari istriku. Mungkin karena dia terlalu sibuk dengan urusan kantornya,karena istriku baru saja diangkat sebagai manajer diperusahan tempatnya bekerja. Karena itulah timbul dalam hatiku kalau aku ingin mencari seorang pelarian untuk memuaskan nafsu birahiku yang selalu saja tak terlepaskan.

Setelah sejenak kuputar otakku untuk mencari siapa wanita yang cocok untuk kujadikan pelarian, akhirnya aku ingat kalau aku mempunyai seorang tetangga yang cantik dan juga bodinya sangat menggoda. Namanya Risya, dia isti dari seorang pelaut yang kupiir dia juga kesepian karena jarang dibelai oleh suaminya yang pulang hanya sebulan dalam setahun. Ditambah lagi Risya juga belum mempunyai anak, ia pasti selalu kesepian keka dirumah. Sempet juga kulihat Risya menggunakan pakaian sangat ketat hingga menunjukkan lekukan tubuhnya yang sangat indah. Dari luar baju ketatnya, kulihat payudara yang sangat kencang mengancung keatas hingga membuatku menelan ludah.

Mengingat tetanggaku yang sangat menggoda itu, aku pun beniat melaksanakan niatku untuk menjadikannya pelampiasan nafsuku, karena kupikir Risya pasti juga membutuhkan sentuhan dari seorang laki-laki yang pasti dia rindukan. Jadi kupkir, Risya gak bakal menolak jika kuajak selingkuh dan menjadi pelarian nafsu birahi sex ku.Semakin bertambah hari, istriku semakin disibukkan dengan urusan kantornya yang semakin lama membuatnya semakin gak mengurusku. Hal itulah yang membuat tekatku lebih bulat untuk menjadikan Risya sebagai pelarianku. Setiap pagi aku selalu menanti Risya lewat depan rumahku, karena setiap pagi pasti Risya selalu jalan-jalan mungkin sekedar olah raga ringan.

Dan benar, setelah beberapa saat kunantikan, akhirnya Risya lewat sendirian. Pagi itu Risya masih mengenakan baju tidur, sehingga gak terlihat tubuhnya yang bahenol dan molek itu, tapi kulihat suatu garis terlihat dipantat Risya, seperti garis CD Risya. Setelah kuamati dengan cermat, ternyata baju tidur yang Risya pakai itu cukup menerawang yang membuat garis dan bahkan warna CD-nya kelihatan, pagi-pagi burungku udah dibuat tegang oleh pantat Risya. Tak salah jika kupilih Risya sebagai pelarian nafsuku, meski dikomplek banyak juga yang seksi-seksi, tapi lebih aman dengan Risya karena hanya Risya yang ditinggal suaminya.

Pagi itu dengan memberanikan diri, kusapa Risya,“Pagiii mbak Risya, sendiran ya” ujarku.
“Iyaaa nih pak, biasa pak suami sedang berlayar” jawab Risya.
“Ooowwh..Emang suami kapan pulangnya mbak??” tanyaku lagi.
“Aaaahhh masih lama pak, orang berangkatnya aja baru bulan kemaren kok, mungkin masih sekitar 7 bulan lagi pak” balas Risya yang membuatku lega, karena selama 7 bulan aku aman mendekati Risya.
“Ooowwhh begitu ya mbak, apa mbak Risya nggak kesepian ditinggal lama gitu???” tanyaku memancing.
“Yeeaaah aslinya siiihh kesepian pak, namun mau gimana lagi pak, itu sudah resikonya menjadi istri pelaut pak” jawab Risya.
“Aaaahhh aku juga kesepian mbak mesi istriku dirumah, namun dia selalu sibuk dengan urusan kerjanya mbak” baasku sambil memancing jawaban dari Risya.
“Aaaahh…Masak siiih pak??” balasnya dan akhirnya kita terus ngobrol berkelanjutan sampai gak terasa siang sudah datang dan kami pun sekarang menjadi semakin dekat.

Cantik, seksi dan mengairahkan adalah 3 hal yang membuat ku selalu menyempatkan untuk curi-curi pandang pada Risya dan gak lupa melihat jemuran pakaiannya untuk melihat koleksi pakaian dalamnya yang jalang itu. photomemek.com Suatu ketika saat aku pulang dari kantor, aku mampir kemini market dekat kompleks sekedar membeli makanan instan karena istriku akan pergi selama 3 hari keBandung. Tak kusangka dimini market itu aku bertemu Risya. Entah kenapa seketika itu juga jantungku jadi berdegup kencang, apalagi saat kulihat pakaian Risya yang body-fit, baik kaos maupun roknya. Seluruh lekuk kemolekan tubuhnya seakan memanggil birahiku untuk naik..

“Hai…Mbak, belanja juga yaa” sapaku.“Eehhh. . Mas Erik, biasa belanja bulanan” jawabnya dengan senyum menghiasi wajah sensualnya.“Berat gak sih mbak, punya suami pelaut, sebab aku yang ditinggal istri cuma 3 hari aja rasanya sudah jenuh” tanyaku.“Waaaah…Mas baru 3 hari ditinggal saja sudah begitu, apalagi aku. Bayangkan aku cuma ketemu suami sebulan dalam waktu setahun” jawab Risya.
Aku merasa senang dengan topik pembicaraan ini, dan kuambil inisiatif,“Kalau begitu biar kubantu bawa belanjaannya” lalu kuambil keranjang belanja Risya.“Terima kasih, sudah selesai kok, aku mau bayar terus pulang” jawabnya.“Ooohh…mari kita sama-sama” ujarku.Segera saja kuambil inisiatif berjalan lebih dulu kekasir dan dengan sangat antusias membayar semua belanjaan Risya.“Haaa…Sudah bayar berapa nanti kuganti yaaa” kata Risya kaget.“Aaahh..Sedikit kok, gak papa sekali-kali aku bayarin susunya, siapa tahu dapat susunya yang minum, ha-ha-ha” balasku mulai bercanda yang sedikit menjurus.“Iiiihh. . Mas Erik” jerit Risya malu-malu.

Tapi kulihat tatapan mata liarnya yang seakan menyambut canda nakalku. Kita berjalan menuju mobilku, setelah menaruh belanjaan kedalam bagasi, aku mengajaknya makan dulu. Dengan malu-malu Risya mengiyakan ajakanku.Kami kemudian makan disebuah resto makanan laut didekat kompleks. Aku sangat senang karena semakin lama kami menjadi semakin akrab dan Risya juga mulai berbaik hati memberikan kesempatan padaku untuk ngelaba .Mulai dari posisi duduknya yang sedikit mengangkang sehingga aku dengan mudah melihat kemulusan paha montoknya dan tatkala usahaku untuk melihat lebih jauh kedalam Risya seakan memberiku kesempatan. Saat aku menunduk untuk mengambil garpu yang dengan sengaja kujatuhkan, Risya semakin membuka lebar kedua pahanya.

Jantungku berdegup sangat kencang melihat pemandangan indah didalam rok Risya. Diantara dua paha montok yang putih dan mulus itu kulihat CD Risya yang berwarna merah dan brengsek, transparan! Dengan cahaya dibawah meja tentu saja aku gak dapat dengan jelas melihat isi CD merah itu, namun itu cukup membuatku gemetar dibakar birahi. Saking gemetarnya aku sampai terbentur meja saat hendak bangkit.“Hi-hi-hi. . Hati-hati Mas. .” celoteh Risya dengan nada menggoda.Kupandang wajah Risya yang tersenyum nakal padaku, kuberanikan diri memegang tangannya dan ternyata Risya menyambutnya.

“Hhhmm. . Maaf, aku cuma mau bilang kalau mbak Risya. . Seksi sekali” kataku dengan malu-malu akhirnya perkataan itu keluar juga dari mulutku.“Makasih, mas Erik juga. . Hmm. . Gagah, lucu dan terutama, mas Erik laki-laki yang paling baik yang pernah kukenal .O ya , aku tersanjung juga dengan rayuannya, Gara-gara kutraktir mbak bukan cuma itu, saya sering memperhatikan mas Erik dirumah dan dari cerita mbak Hesti, Mas Erik sangat perhatian dan rajin membantu pekerjaan di rumah, wah. . Jarang lho mas, ada lakilaki dengan status sosial seperti mas yang sudah mapan dan berpendidikan namun masih mau mengepel rumah.Hahaha..” aku tertawa gembira, Rupanya bukan cuma aku yang memperhatikan kamu, tapi sebaliknya juga kamu.“Jadi mas Erik juga sering memperhatikanku benar??tanya Risya.“Aku paling senang melihatmu membersihkan halaman rumah dipagi hari dan waktu menjemur pakaian”.”Eh.. Kenapa kok senang”.

“Sebab aku mengagumi keindahan mbak Risya, juga selera pakaian dalam mbak” aku berterus terang .Pembicaraan ini semakin mempererat kami berdua, seakan gak ada jarak lagi diantara kita. Akhirnya kita pulang sekitar pukul setena 9 malam. Sampai dirumah kubantu membawa barang belanjaan Risya kedalam rumahnya. Mbak Risya masuk kekamar untuk menaruh seagian bawaannya, sementara aku menaruh barang belanjaan didapur.

Setelah itu aku duduk diruang tamu menunggu Risya muncul. Sekitar 10 menit, Risya muncul dari dalam kamar, Risya ternyata sudah berganti pakaian. Sekarang wanita itu mengenakan bau tidur yang sangat seksi, warnanya merah transparan dan sangat menggoda. Seluruh lekuk tubuhnya yang montok hingga pakaian dalamnya dapat kulihat dengan jelas. Sinar lampu ruangan cukup menerangi pandanganku untuk menjelajahi keindahan tubuh Risya dibalik gaun malamnya yang transparan itu. payudaranya terlihat bagaikan buah kelapa yang memenuhi BH seksi yang berwarna merah transparan. Dibalik BH itu kulihat samar-samar putting susunya yang juga besar dan kemerahan.

Perutnya memang sedikit berlemak dan turun, tapi sama sekali gak mengurangi nilai keindahan kemolekannya. Apalagi jika memandang bagian bawahnya yang montok.Tak seperti dibawah meja sewaktu direstoran tadi, sekarang dapat kulihat dengan jelas CD merah transparan milik Risya. Sungguh indah dan sangat membuatku merangsang, terutama warna hitam di bagian tengahnya, membayangkannya saja aku sudah berkali-kali menelan ludah.“Hmm. . gak keberatan kan kalu aku memakai baju tidur” tanya Risya memancing. Sudah sangat jelas kalau perempuan ini ingin mengajakku selingkuh dan melewati malam bersamaku. Sekarang keputusan seluruhnya berada ditanganku, apakah aku akan berani mengkhianati Hesti dan menikmati malam bersama Risya yang bahenol ini.

Risya duduk disampingku, tercium semerbak aroma parfum dari tubuhnya membuat hatiku semakin bergetar. Sekarang keadaan ternyata jauh diluar dugaanku. Kemarin-kemarin aku masih merasa bermimpi jika bisa membelai dan meremas-remas tubuh Risya, tapi sekarang perempuan ini justru yang menantangku.“Mas Erik mau mandi dulu?? Nanti aku siapkan air hangat” tanya Risya sambil menggenggam tanganku erat.Dari sorotan matanya sangat terlihat bahwa perempuan ini benar-benar membutuhkan belaia seorang laki-laki untuk memuaskan birahi nafsunya.“Hmm. . Sebelum terlalu jauh, kita harus membuat komitmen dulu mbak” kataku agak serius.

“Apa itu Mas”.“Pertama, terus terang aku mengagumi mbak Risya, baik fisik maupun pribadi, jadi sebagai laki-laki aku sangat tertarik pada mbak” kataku.“Terima kasih, aku juga begitu pada mas Erik” Risya merebahkan kepalanya dipundakku.“Kedua, kita sama-sama sudah menikah, jadi kita harus punya tanggung jawab untuk mempertahankan keutuhan rumah tangga kita, apa yang mungkin kita lakukan bersama-sama janganlah menjadi pemecah rumah tangga kita.“Setuju, aku sangat setuju Mas, saya hanya ingin punya teman waktu aku kesepian, kalau mas Erik mau kapanpun mas bisa datang kesini, selagi gak ada suamiku. namun aku sekalipun gak akan meminta apapun dari mas Erik dan sebaliknya aku juga ingin mas Erik demikian pula, sehingga hubungan kita akan aman dan saling menguntungkan”.

“Hmm. . Kalau begitu gak ada masalah, aku mau telpon kerumah, supaya pembantuku gak kebingungan”.“Kalau begitu, mas Erik pulang saja dulu, taruh mobil digarasi, kan lucu kalau mas Erik bilang ada acara sehingga tidak bisa pulang, sementara mobilnya ada didepan rumahku”.“Oh. . Iya, aku hampir lupa”.Kemudian aku segera keluar dan pulang dulu kerumah, menaruh mobil digarasi dan mandi. Setelah itu aku bilang pada pembantuku kalau aku akan menginap dirumah temanku. Tapi gak jadi karena pembantuku ternyata sudah tidur. Segera kudatangi kembali rumah Risya. Peremuan itu sudah menungguku diruang tamu dengan secangkir teh hangat diatas meja. Pahanya yang montok terpampang indah diatas sofa.

“Wah. . Ternyata mandi di rumah ya padahal aku sudah siapkan air hangat”
“Terima kasih, mbak Risya baik sekali”.Perempuan itu berjalan menutup pintu rumah, dari belakang kupandangi kemontokan pantatnya yang besar dan padat. Kebesaran pantat itu gak mampu dibendung oleh CD merah itu, hingga memperlihatkan belahannya yang mebuatku terangsang. Seperti tak sadar aku menghampiri Risya, kemudian dengan nakal kedua tanganku mencengkeram pantatnya dan meremasnya.“Uhh…” Risya agak kaget dan menggelinjang.

“Maaf” kataku.“Gak papa mas, justru.. Enak” kata Risya seraya tersenyum nakal memandangku.Senyum itu membuat bibir sensualnya seakan mengundangku untuk melumatnya. Crup. . ! , aku segera menciumnya, Risya membalasnya dengan liar. Aku tak tahu sudah berapa lama bibir itu tak merasakan ciuman laki-laki, yang jelas ciuman Risya sangat panas dan liar. Berkali-kali perempuan itu nyaris menggigit bibirku, lidahnya yang basah meliuk-liuk dalam rongga mulutku. Aku semakin bernafsu, tanganku menjalar di sekujur tubuhnya, berhenti dikemontokan pantatnya dan kemudian meremasinya penuh nafsu.“Oooohh. . Ergh. .” lenguh Risya disela-sela ciuman panasnya.

Dengan beberapa gerakan, Risya meloloskan gaun tidurnya hingga terjatuh dilantai. Sekarang perempuan itu hanya mengenakan BH dan CD yang berwarna merah transparan itu. Aku sangat terpaku sejenak mengagumi keindahan pemandangan tubuh Risya.“Wowww. . Kamu. . Benar-benar seksi mbak… Payudara mbak besar sekali” pujiku.“Hi-hi-hi…Nah coba tebak ukuran toketku” tanyanya seraya memegang kedua payudara didadanya itu.“36D” jawabku.“Salah”.“37B”.“Masih salah”.“Sudah lihat aja nih”.

Risya membuka pengait BH-nya, hingga kedua toketnya yang montok itu serasa hampir mau jatuh. Risya membuka dan melempar BH merah itu kepadaku. Gila. . 38B! kataku membaca ukuran yang tertera di BH itu.“Boleh kupegang mbak” tanyaku basa-basi.“Jangan cuma dipegang dong mas, remas. . Dan kulum nih. . Putting susunya” jar Risya dengan gaya nakal. Perempuan itu menjatuhkan tubuh indahnya diatas sofa, aku memburunya dan segera menikmati kemontokan payudaranya. Kuremasi toket montok itu, lalu kuciumi dan terakhir kukulum putting susunya yang sebesar ibu jari dengan sekali-kali memainkannya diantara gigi-gigiku. Risya menggelinjang keenakan, nafasnya semakin terdengar resah, berkali-kali Risya mengeluarkan kata-kata jorok yang justru membuatku semakin bernafsu.

“Ngentot, enak banget mas. . jeritnya, Ayo Mas. . aku sudah pingin penetrasi nih!” Aku yang juga sudah sangat bernafsu segera menjawab keinginan Risya. Dengan bantuan Risya kutelanjangi diriku hingga gak tersisa satupun busana ditubuhku. Risya sangat senang melihat ukuran k0ntolku yang panjang dan besar itu.“Ohh. . Besar juga ya. .” ujar Risya.

Risya benar-benar bertingkah bagaikan perek murahan, namun justru itu yang kusuka. Perempuan ini segera membuka CD sebagai kain terakhir ditubuhnya. Kulihat daerah bukit vaginanya yang ditumbuhi rambut-rambut liar, dengan segaris bibir membelah ditengah-tengahnya. Bibir yang merah dan basah, sangat basah. Ingin rasanya kunikmati keindahan bibir kenikmatan Risya itu, tapi saat aku ingin melaksanakannya Risya menampikku.

“Sudah, nanti saja, masih ada babak selanjutnya, sekarang ayo kita selesaikan babak pertama”.Risya duduk mengangkang diatas sofa. Kedua kakinya dibuka lebar-lebar mempersilakan kepadaku untuk melakukan penetrasi kenikmatan sesungguhnya. Aku-pun segera menyiapkan k0ntolku, mengarahkan ujung k0ntolku tepat didepan liang memek Risya dan perlahan namun pasti aku menekannya masuk.Sedikit-demi sedikit k0ntolku tenggelam dalam kehangatan liang vagina Risya yang basah dan nikmat. Saat hampir seluruh batang k0ntolku yang berukuran 12cm itu memasuki memek, aku mencabutnya kembali. Kemudian kembali memasukkannya perlahan.

“Enghh. . Gila kamu mas, kalau begini sebentar saja aku puas” jerit Risya keenakan.“Tak apa mbak, silahkan orgasme, kan masih ada babak selanjutnya” tantangku.Sekarang kutambah rangsangan dengan meremas dan memilin putting susunya yang besar.Ooohh. . Ooohh. . Benar-benar enak mas” Risya memejamkan matanya.Pada penetrasi kelima, Risya menjerit,“Sudah Mas, jangan tarik lagi, aku mau. . Mau. . Oooouuuhhh. . !”Dinding memek Risya melejat-lejat seakan memijit batang k0ntolku dalam kenikmatan birahi yang sedang direguknya.“Oh. . aku sudah sekali mas” katanya sambil menarik nafas.“Mas mau puas dulu atau mau lanjut babak kedua” tanya Risya.“Terserah mbak” jawabku.“Aku sih pasrah aja. Sini, aku kulum saja dulu”.“Hmm. . Boleh juga” Hesti aja belum pernah oral denganku.Kucabut k0ntolku dari dalam memek Risya yang basah dan menyodorkannya kedepan mulut Risya. Risya menjilati ujung k0ntolku dengan lidahnya seakan membersihkannya dari cairan memeknya sendiri, lalu dengan sangat bernafsu Risya memasukkan k0ntolku kedalam mulutnya. Bibir seksi Risya terlihat menyedot-nyedot k0ntolku seakan menyedot maniku untuk keluar. Risya kemudian mengocok k0ntolku dalam mulutnya hingga birahiku mencapai puncaknya.

“Ooohhh. . aku mau keluar nih, gimana , aku bingung apakah aku harus mengeluarkan maniku kedalam mulutnya atau mencabutnya”.Namun Risya hanya mengangguk dan terus mengocoknya pertanda Risya tak keberatan jika aku memuntahkan maniku kedalam mulutnya. Akhirnya aku mencapai orgasme dan memuntahkan semua maniku kedalam mulut Risya. Wanita itu tanpa segan-segan menelan seluruh maniku. Sungguh lihai sekali peremuan ini memuaskan birahi laki-laki! Kami duduk sebentar dan minum air dingin, lalu Risya mengangkangkan kakinya kembali.

“Naaahhh. . Sekarang babak kedua mas, kalau mau jilat dulu silahkan, tapi utamakan yang ini ya” Risya menunjuk kearah klitorisnya yang agak besar.“Oke mbak, aku juga sudah biasa kok” seruku.Sejurus kemudian aku sudah berada dihadapan bibir memek Risya yang baru saja kunikmati. Sebelum kujilat terlebih dahulu kubelai bibir itu dari ujung bawah hingga klitoris. Kusingkap rambut-rambut kemaluannya yang menjalari bibir itu.“Sudah gondrong nih mbak” seruku.“Oohhh iya, habis mau dicukur percuma juga, gak ada yang lihat dan jilat” jawabnya nakal.

“Besok pagi aku cukur deh, namun janji malamnya mas Erik datang lagi ya. . . Oke. .???”.“Pokoknya setiap ada kesempatan aku siap menemani mbak Risya”.Kemudian aku asyik menjilati dan menciumi klitoris Risya. Cairan memek Risya sudah mulai mengalir kembali pertanda dia sudah terangsang kembali. Desahan Risya jg memperkuat tanda bahwa Risya menikmati permainan oralku. Dengan nakal kumasukkan jari telunjuk dan tengahku kedalam memeknya dan kemudian mengobok-obok liang becek itu.“Yes. . Asyik banget. . Say sudah siap babak kedua mas??’” seru Risya.Aku sendiri sudah terangsang sejak melihat keindahan selangkangan Risya, jadi k0ntolku sudah siap menunaikan tugas keduanya. Risya menungging diatas sofa.“Sekarang doggy-style ya mas. .”

“Aku sih iya saja, maklum. . Sama enaknya. .”Sejurus kemudian kami sudah terlibat permainan babak kedua yang tak kalah seru dan panas dengan babak pertama, hanya kali ini aku memuntahkan maniku didalam memeknya. Malam masih begitu panjang. Kami masih menikmati dua permainan lagi sebelum kelelahan dan mengantuk. Risya begitu bahagia dan aku sendiri merasa puas dan lega. Mimpiku untuk menikmati tubuh montok tetanggaku terlaksana sudah.

Bahkan sekarang setiap waktu jika Hesti dinas keluar kota maka Risya secara resmi menggantikan posisi Hesti sebagai istriku. Asyik juga, tapi sebagai imbalannya aku mencarikan dan menggaji pembantu rumah tangga dirumah Risya. Betapa bahagianya Risya dengan bantuanku itu, dia semakin sayang padaku dan berjanji akan melayaniku jauh lebih memuaskan dibanding pelayanan kepada suaminya.Dari kejadian tersebut aku semakin menyadari kebenaran pepatah yaitu “Rumput tetangga memang selalu terlihat lebih hijau” atau bisa diganti dengan “Memek istri tetangga selalu terasa lebih nikmat”.

• SELESAI• 

 

Istri Tetangga Yang Horny Berat


 

Aku akan menceritakan kisahku yg mana waktu itu aku masih kelas SMP, dan untuk pertama kalinya aku melakukan dengan wanita yg umurnya lebih tua dari aku, iya aku baru sadar ternyta waktu usiaku tersebut aku mengalamai masa puber, jadi gejolak gejolak akan seks muncul, sempat waktu disekolah juga aku sering membaca cerita dewasa atau majalah porn tanpa sepengetahuan orang tua dan guru.

Aku masih ingat sekali ketika aku pertama kali dipinjami satu stensilan cerita porno yg berjudul “Isteri Serdadu” dan setiap malam aku baca cerita itu sambil bermain-main dengan kemaluanku sendiri sampai suatu saat aku mengalami “Klimaks” dan kemaluanku memuncratkan cairan mani yg jernih.

Pada saat itu aku perhatikan bahwa mani-ku jernih dan tidak seperti yg di blue-film yg pernah aku tonton beberapa tahun kemudian dimana mani yg dikeluarkan oleh pemain-pemain film itu selalu putih dan kental. Baru setelah kira-kira 2-3 tahun kemudian, mani yg kukeluarkan mulai menjadi kental dan keputih-putihan seperti cairan air tajin (kanji).

Pada waktu itu ada sepasang suami iseri yg baru kawin yg menyewa satu kamar didalam rumah kami sementara mereka mencari rumah kontrakan. Rumah kami cukup besar dan mereka memasak sendiri dengan menggunakan dapur di bagian belakang rumah.

Aku sering mendengar mereka bercengkerama didalam kamar mereka dan si isteri sering ketawa cekikikan, tetapi aku belum begitu mengerti dan belum bisa membaygkan kira-kira apa sih yg mereka sedang lakukan didalam kamar. Tetapi aku mulai ingin tahu terutama setelah membaca cerita-cerita porno stensilan yg aku pinjam dari teman-teman disekolah.

Kamar tidurku kebetulan bersebelahan dengan kamar tidur mereka dan dibatasi oleh dinding Papan. Satu malam, ketika aku mendengar sang isteri ketawa cekikikan, aku coba mengintip dan aku menemukan celah-celah diantara Papan kayu yg membatasi kamar kami.

Aku melihat dengan jelas bagaimana mereka berdua sedang duduk dipinggir tempat tidur, tubuh si isteri terbuka sampai di pinggang dan si suami sedang meremas-remas buah dada isterinya. Kemaluanku menjadi tegang sekali dan dada aku berdebar-debar dengan sangat kencang dan lututku terasa lemas.

Kemudian si suami mulai mengisap-isap pentil buah dada isterinya yg sangat montok dan mulus dan tanpa terasa tanganku mulai mempermainkan kemaluanku sendiri. Tidak lama kemudian mereka bangkit dari tempat tidur dan si isteri kemudian membaringkan diri ditempat tidur dengan pantatnya pas berada dipinggiran tempat tidur.

Rambut kemaluannya kelihatan sangat hitam dan lebat dan membukit dan kedua kakinya terjuntai kelantai. Si suami kemudian berlutut didepan kemaluan isterinya dan si isteri mengangkat kedua kakinya dan meletakkannya diatas bahu suaminya.

Aku melihat si suami membenamkan wajahnya kedalam bukit hitam kemaluan isterinya dan aku hanya bisa mengira-ngira bahwa dia pasti sedang menciumi atau menjilati kemaluan isterinya. Isterinya menggeliat-geliat dan tangannya meremas-remas rambut kepala suaminya.

Setelah bermain seperti itu beberapa lama, si suami berdiri dan mereka kelihatan berbisik-bisik satu sama lain. Si isteri kemudian berdiri dan mengambil selimut dari tempat tidur dan mengembangkannya di lantai.

Dasternya jatuh kelantai dan aku sangat terrangsang melihat tubuhnya yg telanjang bulat. Buah dadanya berayun-ayun naik turun dan aku bisa melihat celah-celah pahanya yg mengkilat karena basah. Dia kemudian membaringkan diri diatas selimut dilantai dengan kakinya mengarah ke tempat dimana aku mengintip.

Ketika dia merenggangkan kakinya, aku bisa melihat bibir kemaluannya yg merah dan basah. Seakan-akan aku bisa mengulurkan tanganku dan menyentuhnya karena jaraknya hanya kira-kira dua meter dari dinding dimana aku mengintip.

Kemudian si suami membuka celana dalamnya dan kelihatanlah kemaluannya yg sudah berdiri tegak lurus yg panjangnya ada kira-kira 10 centimeter tetapi kelihatannya sangat besar batangnya. Dia berlutut diantara kaki isterinya dan isterinya mengangkat lututnya sehingga pahanya menjadi lebih terbuka.

Aku hanya bisa melihat dari belakang ketika si suami naik menindih isterinya. Setelah dia menekan dan memasukkan kemaluannya kedalam kemaluan isterinya, kaki isterinya naik dan melingkari kedua paha suaminya dan kemudian bokong suaminya kelihatan naik turun dengan gerakan yg teratur.

Tanganku sendiri sudah basah oleh lendir mani dari sudah aku keluarkan dari kemaluanku dan rasanya nikmat sekali; jauh lebih nikmat daripada ketika onani dengan membaygkan adegan-adegan yg tertulis di buku stensilan – disini aku melihat sendiri dengan mata kepala aku sendiri lelaki dan perempuan yg sedang bersenggama.

Aku terus mengintip dan setelah si suami memompa isterinya kira-kira 5 menit, pantatnya mulai bergerak naik turun dengan sangat cepat dan aku melihat tiba-tiba otot-otot dipantatnya menjadi keras dan dia menekan dalam-dalam dan tangan isterinya merangkul kepalanya erat-erat.

Aku merasa sangat iri melihat kemesraan dan kenikmatan mereka berdua dimana mereka boleh menikmati sesuatu yg menjadi rahasia buat aku pada saat itu. Mereka tergeletak diam bertindihan seperti itu beberapa menit dan kemudian si suami menggulingkan tubuhnya kesamping dan berbaring disamping isterinya.

Kemaluannya kelihatan lemas dan basah dan dicelah-celah paha isterinya aku melihat cairan putih mengalir sampai jatuh keselimut tempat dia berbaring. Kemudian isterinya mengambil celana dalam suaminya yg terletak dilantai dan dengan itu dia menyeka kemaluannya sendiri dan kemudian batang kemaluan suaminya.

Akupun diam-diam dan pelan-pelan kembali ke tempat tidurku dan didalam gelap aku mulai mengocok kemaluanku kembali sampai aku ejakulasi untuk kedua kalinya dan kemudian aku tertidur dengan lelap.

Sekolah SMP yg aku ikuti adalah sekolah sore yg mulai dari pukul 12 siang sampai pukul 4 sore. Setiap pagi aku tinggal dirumah sendirian karena orang tua aku pergi bekerja ke kantor dan saudara-saudara aku yg lain bersekolah di pagi hari.

Satu hari aku sedang mengerjakan PR di meja makan ketika aku kembali mendengar suara si isteri yg sedang ketawa cekikikan di dalam kamar mereka. Aku segera meninggalkan meja makan dan masuk kedalam kamar tidurku untuk mengintip adegan yg sangat menggairahkan itu.

Si isteri sedang menungging di atas tempat tidur dan ketika aku menyaksikan pantatnya yg bulat dan putih mulus itu, mani aku rasanya hampir muncrat saat itu juga. Si suami berlutut dilantai dan menjilati kemaluan isterinya dari belakang. Aduh alangkah enaknya, aku berkata dalam hati. Kapan aku bisa menikmati yg seperti itu, kata aku ngiri.

Sedang asyik-asyiknya nonton, tiba-tiba seseorang menepuk pantatku dari belakang. Aku hampir pingsan karena terkejut karena aku mengira bahwa orang tua aku sudah pulang dan aku tertangkap basah mengintip orang bersenggama. Tetapi ketika aku menoleh ke belakang, aku melihat si Ayu’, tetangga dari sebelah dan dia tersenyum dan berbisik, “Hayo, ketahuan ngintip..!”

Aku merasa lemas dan sangat malu dan ketakutan dan akupun merebahkan diri diatas tempat tidur sambil tengkurap untuk menenangkan diriku. Nah, disini aku perlu menjelaskan sedikit mengenai tetangga kami, si Ayu’.

Dia tinggal bersama tiga orang anaknya yg masih kecil-kecil karena suaminya tinggal di Tanjung Karang dengan isteri mudanya. Suaminya sangat jarang datang mengunjungi dia. Selama 2 tahun kami bertetangga, aku mengingat bahwa suaminya hanya pernah datang dua kali.

Agen Judi Bola Online

Seringkali si Ayu’ datang “Meminjam” beras atau uang dari Ibu aku karena suaminya terlambat mengirim uang belanja. Dia juga sering meminta kakak aku yg perempuan yg pintar menjahit untuk menjahit bajunya yg kemudian dia akan bayar apabila dia sudah menerima uang dari suaminya.

Kira-kira tiga bulan sebelumnya, ketika aku sedang sendirian di rumah, Ayu’ datang dan katanya ingin ngepas bajunya yg sudah hampir selesai dijahit oleh kakak aku. Pada waktu itu tidak ada orang lain dirumah selain aku sendiri. Aku bawa dia masuk kedalam kamar kakak aku untuk mencoba bajunya. Ketika dia meminta aku untuk keluar karena dia harus menanggalkan pakaiannya, aku diam saja dan tidak beranjak.

“E-eh, kamu nggak mau keluar, iya? Mau lihat Ayu’ telanjang..?” katanya.

“Boleh kan..?” kata aku berharap.

“Budak nakal..” katanya dan dia memutar tubuhnya membelakangi aku sambil membuka pakaiannya. Oh, lututku menjadi lemas melihat badannya yg putih mulus dan pantatnya yg montok; dia ternyata tidak mengenakan celana dalam! Tanpa aku sadari aku maju dan mengelus pantatnya yg mulus. Dia berbalik dan memukul tangan aku.

“Heh, koq lancang!” katanya setengah marah, setengah bercanda dan mata aku melotot melihat bagian depan tubuhnya yg buat aku begitu indah dan menggiurkan.

Aku terpesona melihat perutnya yg sangat mulus dan bersih dan yg paling mempesonakan adalah kemaluannya yg sangat mulus tanpa rambut sedikitpun! Hanya ada kelihatan bibirnya yg kemerah-merahan dengan sedikit warna cokelat menyembul keluar seperti senyum simpul yg agak peot.

“Bandel! Nanti aku bilangin mami kamu, lho!” katanya tetapi dia tidak berusaha menutupi tubuhnya dan mulai mengenakan pakaian baru yg akan dicobanya. Dia mulai mengenakan baju itu dengan menurunkannya mulai dari kepala dan ketika baju itu menutup kepalanya, aku tanpa sadar menulurkan tangan aku dan mengelus bibir kemaluannya. Dia hampir melompat karena kaget tetapi aku segera lari keluar dari kamar.

Nah, kembali kepada peristiwa saat ini, ketika aku tengkurap ditempat tidur, ternyata Ayu’ meneruskan untuk mengintip sendiri adegan yg sedang terjadi didalam kamar tidur.

Cerita Hot – Aku tidak menyadarinya tetapi tiba-tiba aku merasa tangannya mengelus punggung aku dan ketika aku berbalik, Ayu’ sedang duduk dipinggir tempat tidur dan berbisik, “Mereka lagi ngentot..,” katanya dengan nafas yg agak berat.

Aku diam saja karena masih belum pulih dari rasa kaget dan malu, tetapi tiba-tiba Ayu’ meraba kearah kemaluanku yg sudah mulai bangun lagi. Aku diam saja dan biarkan dia membuka resleting celana aku dan tangannya kemudian mengelus-elus batang kemaluanku yg sudah berdiri tegak.

Dia kemudian berlutut dilantai disisi tempat tidurku dan mulai mengemut kontolku yg masih belum begitu besar. Aku merasa sangat geli dan nikmat dan tiba-tiba aku mengejang dan maniku muncrat didalam mulut Ayu’.

Dia teruskan mengisap kontolku yg tetap tegang, lalu kemudian dia membuka dasternya dan naik ketempat tidur. Dia kemudian mengangkangi kepala aku dan menyodorkan kemaluannya yg mulus kewajahku.

Sekarang aku bisa melihat dengan jelas sekali bibir kemaluannya yg sudah basah dan aku bisa mencium sedikit bau amis bekas kencing yg sangat merangsang bagiku. Dia membuka bibir kemaluannya dengan jari2nya dan menekankan kemaluannya yg merah dan basah kewajahku. Aku hampir tidak bisa bernapas dan aku mendorongnya mundur.

Oh, aku berkata dalam hati, sekarang aku tidak perlu iri lagi dengan pasangan yg sedang bermain di dalam kamar tidur sebelah. Sekarang aku bisa menikmati hal yg sama dengan Ayu’ dan bukan hanya membaygkan adegan-adegan cerita porno stensilan saja.

Ayu’ merebahkan dirinya di tempat tidurku dan membuka pahanya lebar-lebar.

“Ayo, masukin ke nonok Ayu’..,” katanya berbisik.

Aku menaiki tubuhnya dan menindih perutnya yg hangat dan mulus. Buah dadanya terasa lunak menekan wajahku yg masih basah oleh lendir dari kemaluannya dan aku mencoba untuk memasukkan kontolku kedalam celah-celan bibir kemaluannya.

Ayu’ menolong aku dengan menutun kemaluanku masuk ke dalam kemaluannya, dan aku merasakan kenikmatan yg amat sangat ketika aku merasakan kehangatan liang kemaluannya yg mengulum batang kemaluanku yg masih remaja itu, dan secara refleks aku mulai memompa naik turun.

Hanya setelah kira-kira 3 menit saja, Ayu’ tiba-tiba menjepit pinggangku dengan kakinya yg melingkari pinggulku dan badanya mengejang dan dia mengeluarkan suara seperti orang mengangis. Lalu dia menjadi diam dan aku merasa liang kemaluannya berdenyut-denyut dan batang kemaluanku seperti disedot-sedot.

Aku juga tidak tahan lagi dan aku menyemprotkan maniku kembali untuk kedua kalinya. Ayu’ merangkul kepala aku ke dadanya dengan sangat erat sampai aku merasa sulit bernapas, dan aku sangat takut jangan sampai suaranya yg seperti orang menangis itu didengar oleh pasangan yg ada didalam kamar sebelah.

Kami diam di dalam posisi seperti itu selama beberapa menit, lalu Ayu’ melepaskan rangkulannya dan pahanya mengendor dan jatuh kesamping. Aku mendorong diriku untuk bangun dan aku melihat wajah Ayu’ yg kelihatan merah dan matanya tertutup.

Baca Juga :

Cerita Dewasa Memperkosa Amel Anak SMA Di Semak-Semak
Cerita Dewasa Seks Dengan SPG Yang Mempunyai Gairah Panas

 

Aku mencabut kontol aku pelan-pelan dari lubang kemaluan Ayu’ yg sudah sangat becek. Gerakan ini membuat gairahku bangkit kembali dan kontolku menjadi keras kembali, dan sambil bertopang kekasur seperti seseorang yg melakukan push-up, akupun mendorong kemaluanku keluar masuk kemaluan Ayu’. Saking beceknya aku bisa mendengar suara seperti mengocok sabun.

Dengan masih menutup matanya, Ayu’ mengimbangi gerakanku dengan pinggulnya, naik turun dan bergoyg kekiri kekanan. Dia menggigit bibir bawahnya dan tiba-tiba dia mengangkat pinggulnya untuk mengantisipasi masuknya kontolku lalu kakinya kembali melilit pinggulku dengan erat dan tiba-tiba dia kentut dengan keras beberapa kali.

Entah kenapa aku sangat dirangsang mendengar dia kentut, dan ketika aku merasa bahwa kenikmatan ejakulasi mulai datang, aku menyodok dalam-dalam dan sekali lagi aku semprotkan air maniku didalam lubang kemaluannya dan aku merasakan kembali lubang kemaluannya berdenyut-denyut.

Aku kemudian bangkit dan pergi mandi karena aku harus pergi ke sekolah. kira-kira dua bulan kemudian, pasangan suami isteri itu pindah kerumah kontrakan mereka yg baru. Aku tinggal sendirian dirumah dan hampir setiap hari Ayu’ mengajak aku untuk bersetubuh dan kami melakukannya sepuas-puasnya, kadang-kadang bisa sampai 3 kali berturut-turut. Kadang-kadang Ayu’ begitu bernafsunya sehingga walaupun dia sedang mens dia sering juga mengajak main.

Kami bertetangga sampai satu tahun lagi sampai keluarga aku pindah ke Jakarta, dan orang-orang tidak ada yg mencurigai perbuatan kami dimana kami melakukan persetubuhan hampir setiap hari. Aku masih begitu muda sehingga kuat melayani Ayu’ yg betul-betul sangat haus akan kepuasan karena suaminya hampir tidak pernah datang mengunjungi dia.

Seperti aku katakan tadi diatas, Ayu’ mempunyai tiga orang anak. Yg paling tua adalah seorang perempuan yg masih berumur 11 tahun bernama Efi. Aku pernah mempunyai kesempatan untuk menyetubuhi kedua Ibu dan anak sekaligus, tetapi pengalaman itu aku akan ceritakan di kesempatan yg lain.